
Pemerintah Perkuat Inklusi Keuangan melalui Penyediaan Rekening bagi Masyarakat

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas tentang upaya Pemerintah memperkuat inklusi dan literasi keuangan masyarakat melalui penyediaan rekening bagi warga negara Indonesia, di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (7/9). (Sekretariat Kabinet RI)
Dalam rapat terbatas pada Senin (7/9), Presiden Prabowo memberikan arahan agar masyarakat Indonesia memiliki rekening perbankan. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah akan mempersiapkan penyediaan rekening melalui PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Jakarta (Indonesia Window) - Pemerintah terus memperkuat inklusi dan literasi keuangan masyarakat melalui penyediaan rekening bagi warga negara Indonesia. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama jajarannya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah telah membahas kondisi kepemilikan rekening masyarakat Indonesia dengan mengacu pada hasil survei atau sensus yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
“Jadi pembahasan dengan Bapak Presiden terkait dengan kepemilikan rekening daripada keluarga negara atau masyarakat Indonesia. Tadi sudah disampaikan bahwa Berdasarkan survei atau sensus yang dilakukan oleh OJK dan BPS Itu tingkat inklusi keuangan kita sudah mencapai 93,62 persen. Kemudian juga untuk literasi keuangan Itu sebesar 63,57 persen,” ujar Airlangga.
Menurut Airlangga, capaian tersebut menunjukkan kondisi inklusi dan literasi keuangan Indonesia yang relatif baik jika dibandingkan dengan standar yang digunakan oleh negara-negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Airlangga menyebut pemerintah akan terus mendorong peningkatan capaian tersebut agar semakin optimal.
“Sebetulnya angka ini adalah angka yang relatif baik. Jadi kalau dibandingkan dengan OECD, misalnya OECD itu standar untuk literasi keuangan di 63 persen, sedangkan survei kita itu di 69,57 persen,” katanya.
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo juga memberikan arahan agar masyarakat Indonesia memiliki rekening perbankan. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah akan mempersiapkan penyediaan rekening melalui PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
“Tadi Bapak Presiden meminta agar penduduk itu mempunyai rekening koran. Jadi tentu diminta untuk BRI dan juga Bank Syariah Indonesia itu mempersiapkan rekening untuk masyarakat. Dan nanti data yang dipakai adalah data dari Dukcapil dan data dari Dukcapil itu tentunya nanti akan dipadankan dengan sistem yang ada di Bank Indonesia, terutama untuk 'payment system'-nya,” jelas Airlangga.
Selain pemadanan data kependudukan dengan sistem yang tersedia di Bank Indonesia, pemerintah juga akan memperkuat penggunaan sistem pembayaran digital melalui QRIS.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat pada layanan keuangan sekaligus meningkatkan literasi keuangan.
“Yang kedua 'gateway system'-nya jadi menggunakan QRIS. Ini yang disiapkan agar literasi dan juga inklusif keuangan kita bisa mencapai seoptimal mungkin lebih tinggi dari yang sudah kita capai. Tentu ke depannya berbagai program, nanti akan dikirimkan kepada rekening-rekening yang disiapkan untuk warga negara tersebut,” tutur Airlangga.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Peringatan hari guru: Perlunya mendukung guru
Indonesia
•
25 Nov 2022

COVID-19 – Indonesia butuh 36.000 tempat tidur untuk pasien
Indonesia
•
11 Jan 2021

COVID-19 – Indonesia terima 14 juta dosis vaksin CoronaVac dari Sinovac China
Indonesia
•
30 Jun 2021

Wamenlu Anis Matta bertemu Deputi Menlu Rusia Georgy Borisenko
Indonesia
•
14 May 2026


Berita Terbaru

China-Indonesia perkuat diplomasi parlemen, kerja sama substantif jadi sasaran
Indonesia
•
21 Sep 2026

Pemerintah siapkan produksi E20 dalam dua tahun, tebu jadi sumber etanol
Indonesia
•
20 Sep 2026

ADB setujui 11,51 triliun rupiah untuk indonesia, fokus pada fiskal, digitalisasi, dan layanan publik
Indonesia
•
19 Sep 2026

Kemnaker bekali penyandang disabilitas keterampilan membuat jus sehat
Indonesia
•
18 Sep 2026
