Presiden Mesir tolak pemindahan paksa warga Palestina ke Sinai

Orang-orang mengamati kawah bekas ledakan rudal pascaserangan udara Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 27 Maret 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Pemindahan paksa warga Palestina dari tanah mereka ke Sinai mendapat penolakan keras dari Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi, menegaskan kembali upaya-upaya Mesir yang gigih untuk mendorong berdirinya sebuah negara Palestina yang merdeka dan berdaulat serta agar warga Palestina mendapatkan kembali hak-hak mereka yang sah.
Kairo, Mesir (Xinhua) – Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi pada Kamis (25/4) menekankan kembali penolakan tegas negaranya terhadap pemindahan paksa warga Palestina dari tanah mereka ke Sinai.Dalam sebuah pidato yang ditayangkan di televisi untuk memperingati 42 tahun pembebasan Sinai, Sisi mengatakan bahwa sikap Mesir sangat penting dalam "melindungi keberlanjutan perjuangan Palestina dan mempertahankan keamanan nasional Mesir.""Mesir telah mengerahkan upaya-upaya yang tak kenal menyerah untuk mencapai gencatan senjata yang mendesak dan secepatnya, serta memastikan akses bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza," tambahnya, seraya menegaskan kembali upaya-upaya Mesir yang gigih untuk mendorong berdirinya sebuah negara Palestina yang merdeka dan berdaulat serta agar warga Palestina mendapatkan kembali hak-hak mereka yang sah.Hari Pembebasan Sinai menandai penarikan pasukan pendudukan Israel dari Semenanjung Sinai pada 1982 setelah Perjanjian Camp David ditandatangani pada 1978.Lebih dari 1 juta penduduk di Jalur Gaza kehilangan tempat tinggal dan 75 persen penduduk di daerah kantong pesisir Palestina itu mengungsi sejak pecahnya konflik Israel-Hamas pada Oktober tahun lalu, kata Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada Selasa (23/4).Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berulang kali mengancam akan melancarkan serangan ke Kota Rafah di Gaza selatan, karena kota itu merupakan "benteng" terakhir Hamas.Di tengah beredarnya laporan media yang mengeklaim bahwa Mesir telah berdiskusi dengan Israel mengenai rencana invasi Israel ke Rafah, Kepala Layanan Informasi Negara Mesir Diaa Rashwan menekankan kembali penolakan tegas Mesir terhadap invasi tersebut, mengatakan bahwa operasi semacam itu akan mengakibatkan jatuhnya banyak korban jiwa dan kerusakan yang luas.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

AS jatuhkan sanksi pada para pemimpin Iran karena berupaya redam protes domestik
Indonesia
•
07 Oct 2022

Krisis Ukraina munculkan kembali isu otonomi strategis UE
Indonesia
•
24 Feb 2023

Iran akan gelar pemilihan presiden pada 28 Juni
Indonesia
•
21 May 2024

COVID-19 – Presiden Turki Erdogan dinyatakan positif
Indonesia
•
05 Feb 2022
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
