
Peneliti Indonesia kembangkan kapal listrik pengangkut sampah untuk kawasan mangrove

Sampah terlihat di Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Jakarta Mangrove Resort, pada 9 Mei 2026. (Indonesia Window)
Kegiatan membersihkan sampah di kawasan mangrove cukup menantang karena memiliki karakteristik perairan dangkal, berlumpur, serta kanal sempit dengan vegetasi sensitif.
Bogor, Jawa barat – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan kapal pengumpul sampah multifungsi berbasis propulsi elektrik untuk mendukung pengelolaan Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya di Jawa Timur.
Peneliti Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN, Abdi Ismail, mengatakan pengembangan kapal tersebut memenuhi kebutuhan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Surabaya dalam mengelola KRM Surabaya, sekaligus mendukung riset dan konservasi di kawasan mangrove.
Kegiatan membersihkan sampah di kawasan mangrove cukup menantang karena memiliki karakteristik perairan dangkal, berlumpur, serta kanal sempit dengan vegetasi sensitif, jelas Abdi dalam BRIN Enviro Talk ke-55, Jumat (22/5), dikutip dari situs jejaring BRIN, pada Ahad.
Kapal pengumpul sampah tersebut dilengkapi loader di bagian depan untuk memperluas jangkauan pengambilan sampah. Sampah yang diambil kemudian diangkut menggunakan konveyor ke ruang penampungan.
Untuk sumber energi, kapal ini menggunakan sistem propulsi elektrik sehingga diharapkan dapat mengurangi emisi karbon dan meminimalkan kebisingan di kawasan konservasi mangrove.
“Propulsi elektrik memungkinkan operasi kapal menjadi lebih senyap, emisi karbon lebih rendah, dan biaya operasional lebih efisien,” jelas Abdi, seraya menambahkan, teknologi ini ditargetkan mencapai Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TRL) 7.
Selain meningkatkan efektivitas pembersihan sampah secara rutin, kapal tersebut juga dirancang agar mampu menjangkau area yang sulit diakses, seperti perairan dangkal dan berlumpur.
Secara desain, jelas Abdi, kapal besutan BRIN itu memiliki panjang 8,3 meter, lebar 2,3 meter, dan draft operasional 0,4 meter sehingga sesuai untuk digunakan di perairan dangkal. Bentuk lambung dirancang menyerupai penyu belimbing dengan bagian bawah meruncing agar tidak mudah terjebak lumpur.
Sistem penggerak utama kapal menggunakan motor elektrik bebasis baterai berdaya 10,5 kW dengan panel surya sebagai pendukung pengisian daya. Meskipun kapasitasnya masih terbatas, kapasitas angkut sampah bia mencapai 2,3 meter kubik.
Kapal ini juga dilengkapi dengan kano elektrik sebagai kapal bantu untuk mendukung mobilitas peneliti untuk menjangkau lokasi penelitian dalam kondisi tenang dan minim gangguan suara, misalnya pengamatan satwa di habitat mangrove.
Dari segi bahan, kapal induk menggunakan bahan aluminium agar lebih tahan benturan, sedangkan kapal bantu berbentuk kano menggunakan bahan fiberglass reinforced polymer (FRP).
Untuk mendukung komunikasi di kawasan yang minim sinyal telekomunikasi, kapal dilengkapi radio VHF. Fasilitas ini memungkinkan peneliti yang menggunakan kano tetap dapat berkomunikasi dengan kapal induk saat berada di area penelitian.
Abdi menilai konsep kapal pengumpul sampah ini berpotensi diterapkan pada pengelolaan sampah di sungai perkotaan dengan karakteristik serupa.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi: Genangan air di lahan basah di lahan basah pengaruhi siklus karbon global
Indonesia
•
07 Oct 2025

AS akan luncurkan misi astronaut swasta ketiga ke Stasiun Luar Angkasa Internasional
Indonesia
•
13 Dec 2023

Studi sebut fosil paus purba yang ditemukan di Peru mungkin hewan terberat sepanjang masa
Indonesia
•
04 Aug 2023

China ungkap enam temuan arkeologi paling luar biasa pada 2022
Indonesia
•
23 Feb 2023


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
