
Pengadilan China teguhkan hukuman mati atas seorang wanita dalam kasus perdagangan anak

Ilustrasi. (Pixabay)
Pengadilan di Provinsi Guizhou, China barat daya, meneguhkan keputusan hukuman mati kepada Yu Huaying, wanita yang didakwa menculik dan memperdagangkan 17 anak.
Guiyang, China (Xinhua/Indonesia Window) – Pengadilan di Provinsi Guizhou, China barat daya, meneguhkan keputusan hukuman mati kepada Yu Huaying, wanita yang didakwa menculik dan memperdagangkan 17 anak, dalam persidangan kedua atas perkara yang sama pada Kamis (19/12).Yu diketahui telah menculik anak-anak dari Guizhou, Chongqing, dan Yunnan bersama kaki tangannya, dan menjual mereka untuk memperoleh keuntungan di Kota Handan di Provinsi Hebei antara 1993 hingga 2003.Awalnya, Yu dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Menengah Rakyat Guiyang pada September 2023 usai dinyatakan bersalah atas penculikan dan perdagangan 11 anak. Yu segera mengajukan banding atas putusan itu.Pada November 2023, Pengadilan Tinggi Rakyat Provinsi Guizhou mengadakan persidangan kedua, dan, pada Januari 2024, memerintahkan persidangan ulang kasus tersebut setelah polisi menemukan bahwa Yu terlibat dalam lebih banyak kasus perdagangan anak.Persidangan ulang itu, yang diadakan oleh Pengadilan Menengah Rakyat Guiyang pada Oktober, mengungkapkan jumlah anak yang terlibat dalam kasus itu bertambah dari 11 menjadi 17. Yu kembali dijatuhi hukuman mati, dan sama seperti sebelumnya, mengajukan banding.Pada Kamis, Pengadilan Tinggi Rakyat Provinsi Guizhou menolak banding Yu dan menegaskan kembali hukuman mati yang telah ditetapkan. Putusan itu akan diserahkan kepada Mahkamah Agung Rakyat China untuk diperiksa dan disetujui.Hak politik Yu juga dicabut seumur hidup dan seluruh properti pribadinya akan disita.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Masjid Cordofa satukan alam dan kearifan lokal
Indonesia
•
09 Nov 2019

Forum pembaca volume kelima buku ‘Xi Jinping: Tata Kelola China’ edisi bahasa Inggris digelar di Kuala Lumpur
Indonesia
•
01 May 2026

China larang kontak kulit dengan orang asing setelah kasus cacar monyet pertama
Indonesia
•
19 Sep 2022

Feature – Tank-tank Israel terus menyerbu, warga gaza terdesak antara pilihan hidup atau mati
Indonesia
•
21 Sep 2025


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
