Penulis biografi AS sebut Jiang Zemin dikenang atas perannya dalam reformasi China

Warga Shanghai berbaris di sepanjang jalan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Kamerad Jiang Zemin saat mobil jenazah melakukan perjalanan dari Rumah Sakit Huadong menuju Bandar Udara Hongqiao Shanghai di Shanghai, China timur, pada 1 Desember 2022. (Xinhua/Ding Ting)
Jiang Zemin membangun ekonomi pasar sosialis menjadi jelas sebagai ideologi ekonomi pedoman China dalam Kongres Nasional Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC) ke-14 pada Oktober 1992, menetapkan lintasan untuk pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) dua digit di China.
New York City, AS (Xinhua) – Mantan presiden China Jiang Zemin, yang wafat pada 30 November lalu memainkan peran penting dalam reformasi dan keterbukaan China, demikian disampaikan seorang pakar terkemuka tentang China asal Amerika Serikat (AS)."Sejarawan masa depan, menengok ke masa lalu, akan mengarah pada masa kepemimpinan Jiang di saat China memantapkan dan menjadikan permanen komitmen reformasi dan keterbukaan negara tersebut," kata Robert Lawrence Kuhn, penulis biografi tahun 2005 yang berjudul ‘Pria yang Mengubah China: Kehidupan dan Warisan Jiang Zemin’ (The Man Who Changed China: The Life and Legacy of Jiang Zemin)."Saat saya terbangun mendengar berita wafatnya Jiang, saya merasa seolah-olah kehilangan anggota keluarga saya sendiri. Itulah yang terjadi ketika seseorang mendedikasikan waktu bertahun-tahun untuk menulis sebuah biografi," ujar Kuhn dalam sebuah wawancara tertulis baru-baru ini dengan Xinhua."Penting untuk menunjukkan bahwa Jiang punya sejarah panjang dalam merintis reformasi, mengingat dirinya terlibat erat dengan pembentukan zona ekonomi khusus yang orisinal pada awal dan pertengahan 1980-an," tutur Kuhn.Jiang membuat keputusan kritis guna mendukung dan mengimplementasikan seruan mantan pemimpin China Deng Xiaoping untuk reformasi dan keterbukaan, selama dan setelah "tur selatan" terkenal Deng pada 1992, paparnya.Membangun ekonomi pasar sosialis menjadi jelas sebagai ideologi ekonomi pedoman China dalam Kongres Nasional Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC) ke-14 pada Oktober 1992, menetapkan lintasan untuk pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) dua digit di China, tambah Kuhn.Dalam menghadapi inflasi tinggi pada 1995 dan 1996, krisis keuangan Asia serta berbagai tantangan lainnya, "Jiang menjaga China tetap kuat dan stabil serta berkomitmen untuk melakukan reformasi dan keterbukaan, dan, bekerja sama dengan perdana menteri China saat itu, Zhu Rongji, mencapai tonggak utama masuknya China ke dalam Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) pada 2001," ujar Kuhn."Sejarah akan mencatat bahwa aksesi China ke WTO merupakan keberhasilan ekonomi yang menetapkan lintasan yang tidak dapat diubah dari reformasi dan keterbukaan China serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tambahnya."Sejarah akan berbaik hati kepada Jiang Zemin," sebut Kuhn.
Para anggota Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengheningkan cipta untuk mengenang mendiang mantan presiden China Jiang Zemin di markas besar PBB di New York pada 30 November 2022. (Xinhua/Xie E)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Universitas-universitas di Australia serukan penyediaan kuliah gratis bagi mahasiswa kurang mampu
Indonesia
•
30 Jan 2024

Kamboja sulap bekas ladang ranjau jadi lahan subur untuk pertanian, urbanisasi, dan pembangunan
Indonesia
•
28 Nov 2024

Sedikitnya 10 warga Palestina tewas dalam penembakan Israel di Jalur Gaza tengah
Indonesia
•
25 Sep 2024

Lebih dari 500.000 pengungsi Palestina pulang ke Gaza bagian utara
Indonesia
•
30 Jan 2025
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026

Sri Lanka pertimbangkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur
Indonesia
•
28 Jan 2026
