
Depopulasi parah landa kota-kota kecil di Spanyol

Foto yang diabadikan pada 12 November 2020 ini menunjukkan peternakan Marina Puigcorbe di Ripolles, Catalonia, Spanyol. (Xinhua/Ismael Peracaula)
Penurunan populasi di Spanyol terjadi di kota-kota kecil yang memiliki rata-rata 110 penduduk serta kepadatan penduduk yang sangat rendah (rata-rata 4,3 penduduk per kilometer persegi), sementara rata-rata usia penduduknya mendekati 60 tahun.
Barcelona, Spanyol (Xinhua/Indonesia Window) – Sekitar separuh dari kota-kota kecil di Spanyol mengalami penurunan populasi, dengan banyak di antaranya berisiko "punah" dalam hal jumlah penduduk, menurut para peneliti di Barcelona.Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan soal fenomena konsentrasi urban beberapa waktu lalu. Meski populasi Spanyol melampaui angka 48 juta untuk pertama kalinya pada 2023, di kawasan yang disebut sebagai ‘Espana vacia’, yang berarti ‘Spanyol Kosong’ (Empty Spain), lebih dari 4.000 kota di Spanyol atau sekitar separuh dari total populasi mengalami depopulasi.Sementara itu, sebanyak 1.840 daerah dianggap sebagai daerah pedesaan yang berisiko mengalami depopulasi yang tidak dapat dipulihkan, menurut para ahli di Universitas Otonom Barcelona (Autonomous University of Barcelona/UAB).Istilah ‘Empty Spain’ mengacu kepada kawasan yang bergantung pada pertanian di daerah pedalaman Spanyol yang luas yang telah mengalami eksodus pedesaan (perpindahan penduduk dari wilayah pedesaan ke wilayah perkotaan) pada tahun 1950-an dan 1960-an.Kota-kota kecil yang paling berisiko mengalami penyusutan populasi memiliki rata-rata 110 penduduk serta kepadatan penduduk yang sangat rendah (rata-rata 4,3 penduduk per kilometer persegi), sementara rata-rata usia penduduknya mendekati 60 tahun.
Seorang pria mengunjungi Kota Siguenza di Spanyol pada 19 Mei 2021. Siguenza merupakan sebuah kota di Provinsi Guadalajara, Castilla-La Mancha, Spanyol. Sebagian besar desa di Siguenza hanya memiliki puluhan penduduk, menjadikannya sebagai salah satu daerah dengan kepadatan penduduk terendah di Spanyol. (Xinhua/Meng Dingbo)
Sejumlah orang mengunjungi sebuah desa di Kota Siguenza, Spanyol, pada 19 Mei 2021. Siguenza merupakan sebuah kota di Provinsi Guadalajara, Castilla-La Mancha, Spanyol. Sebagian besar desa di Siguenza hanya memiliki puluhan penduduk, menjadikannya sebagai salah satu daerah dengan kepadatan penduduk terendah di Spanyol. (Xinhua/Meng Dingbo)
Sejumlah orang mengunjungi sebuah desa di Kota Siguenza, Spanyol, pada 19 Mei 2021. Siguenza merupakan sebuah kota di Provinsi Guadalajara, Castilla-La Mancha, Spanyol. Sebagian besar desa di Siguenza hanya memiliki puluhan penduduk, menjadikannya sebagai salah satu daerah dengan kepadatan penduduk terendah di Spanyol. (Xinhua/Meng Dingbo)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

CDC AS: Lebih dari 109.000 kematian akibat overdosis obat dilaporkan di AS pada 2022
Indonesia
•
16 Feb 2024

Kompetisi TIK Huawei 2026 perkuat kesiapan talenta digital ASEAN
Indonesia
•
14 May 2026

Sekjen PBB peringatkan soal efek limpahan dari konflik Israel-Palestina
Indonesia
•
12 Oct 2023

AS laporkan lebih dari 15.000 kasus cacar monyet di seluruh 50 negara bagian
Indonesia
•
24 Aug 2022


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
