
WHO kirim tim ahli ke RD Kongo, bantu selidiki penyakit misterius

Seorang anak menjalani vaksinasi di sebuah pusat vaksinasi di dekat kamp pengungsi internal di Goma, Provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik (RD) Kongo, pada 9 Oktober 2024. (Xinhua/Zanem Nety Zaidi)
Penyakit tak terdiagnosis yang dilaporkan di Panzi, sebuah daerah di Provinsi Kwango di wilayah barat daya RD Kongo, menunjukan gejala sakit kepala, batuk, demam, kesulitan bernapas, dan anemia.
Kinshasa, RD Kongo (Xinhua/Indonesia Window) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengirim tim ahli untuk membantu otoritas kesehatan di Republik Demokratik (RD) Kongo melakukan penyelidikan guna mencari tahu penyebab penyakit tak terdiagnosis yang dilaporkan di Panzi, sebuah daerah di Provinsi Kwango di wilayah barat daya negara tersebut.Tim ahli WHO bergabung dengan tim respons RD Kongo dan sedang dalam perjalanan menuju Panzi, menurut pernyataan dari kantor regional WHO untuk Afrika pada Jumat (6/12).Tim awal WHO setempat telah membantu otoritas kesehatan di Kwango sejak akhir November untuk memperkuat pengawasan penyakit dan mengidentifikasi kasus.
Presiden Republik Demokratik (RD) Kongo Felix Tshisekedi (tengah) bertemu dengan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus di istana kepresidenan di Kinshasa, ibu kota RD Kongo, pada 29 Agustus 2024. (Xinhua/Istana Kepresidenan RD Kongo)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Taiwan, pulau pegunungan simpan ‘air mata malaikat’
Indonesia
•
17 Jun 2021

Eropa dilanda cuaca ekstrem, sektor perjalanan alami gangguan
Indonesia
•
07 Jan 2025

Kisah para insinyur muda yang jadi tulang punggung pembangunan jembatan tertinggi di dunia
Indonesia
•
08 May 2024

Studi temukan kontaminasi nitrat signifikan pada sumber air minum di pedesaan Selandia Baru
Indonesia
•
01 Oct 2025


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
