
China serukan upaya untuk redakan ketegangan di Laut Merah

Sebuah kapal berukuran besar melintas di Terusan Suez di Provinsi Ismailia, Mesir, pada 13 Januari 2024. Chairman Otoritas Terusan Suez (SCA) Mesir Osama Rabie pada Jumat (12/1) menyebutkan bahwa lalu lintas pelayaran di terusan itu berjalan normal di kedua arah. Dalam sebuah pernyataan, Rabie membantah laporan tentang penghentian sementara pelayaran di Terusan Suez sebagai akibat dari ketegangan di daerah Bab-el-Mandeb yang strategis di Laut Merah. (Xinhua/Ahmed Gomaa)
Perairan Laut Merah merupakan sebuah koridor penting bagi perdagangan barang dan energi internasional, dan China tidak menginginkan adanya ketegangan di Laut Merah.
Beijing, China (Xinhua) – China tidak menginginkan adanya ketegangan di Laut Merah dan berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua pihak dalam melakukan upaya-upaya positif guna meredakan ketegangan di Laut Merah, demikian disampaikan seorang juru bicara (jubir) Kementerian Luar Negeri China pada Selasa (30/1).Jubir Wang Wenbin menyampaikan hal itu dalam konferensi pers rutin ketika ditanya apakah serangan kelompok Houthi di Laut Merah berdampak negatif pada perdagangan China dengan negara-negara Timur Tengah.Wang mengatakan bahwa perairan Laut Merah merupakan sebuah koridor penting bagi perdagangan barang dan energi internasional, dan China tidak menginginkan adanya ketegangan di Laut Merah. China menyerukan dihentikannya penyerangan terhadap kapal-kapal sipil dan menghormati kedaulatan negara-negara pesisir Laut Merah, termasuk Yaman, serta berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua pihak dalam melakukan upaya-upaya positif guna meredakan ketegangan di Laut Merah, ujarnya.Wang mengatakan bahwa penyebab asli dari meningkatnya ketegangan di Laut Merah adalah konflik Gaza, dan dengan segera diakhirinya pertempuran di Gaza akan membantu meredakan situasi di Laut Merah.China mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik di Gaza untuk dengan sungguh-sungguh mengimplementasikan resolusi terkait dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Majelis Umum PBB, serta mencapai gencatan senjata dengan segera, ujar Wang, seraya menambahkan bahwa masyarakat internasional harus mengambil tindakan terkoordinasi demi mencapai tujuan tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Opini – AS hanya inginkan "bawahan setia" bukan "sekutu" (Bagian 1 dari 2)
Indonesia
•
31 May 2023

Pemblokiran surel jaksa ICC oleh Microsoft buat Belanda khawatirkan ketergantungan pada teknologi AS
Indonesia
•
23 May 2025

Newsweek: Sejumlah negara rilis ‘travel warning’ ke AS karena kekerasan senjata
Indonesia
•
11 May 2023

Dunia alami periode paling penuh kekerasan sejak Perang Dunia II
Indonesia
•
25 Mar 2026


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
