
Perajin perak Kotagede bertahan di tengah lesunya ekspor dan kenaikan harga bahan baku

Foto yang diabadikan pada 25 April 2026 ini menunjukkan seorang perajin membuat kerajinan perak di sebuah pusat industri perak di Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Xinhua/Agung Supriyanto)
Yogyakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Kawasan Kotagede di Kota Yogyakarta, terkenal dengan kerajinan peraknya yang indah untuk pasar ekspor maupun dalam negeri. Namun, dalam beberapa bulan terakhir situasi geopolitik global mulai berpengaruh pada lesunya permintaan ekspor kerajinan perak Kotagede dari sejumlah negara. Kondisi tersebut turut memicu kenaikan harga bahan baku perak secara signifikan.

Kenaikan harga jual juga berdampak pada daya beli konsumen. Kendati demikian, sejumlah perajin di Kotagede tetap berupaya memproduksi kerajinan perak di tengah tantangan harga perak yang meningkat.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Jalur pipa Nord Stream 2 Rusia siap alirkan gas ke Eropa
Indonesia
•
30 Dec 2021

Sedikitnya 6.000 perusahaan Italia berpotensi terdampak tarif AS
Indonesia
•
20 Jul 2025

Wawancara – Zakat pemberdayaan buat umat lebih produktif
Indonesia
•
09 Jan 2025

Feature – Produk China picu peningkatan jumlah pengusaha digital di Kenya
Indonesia
•
23 Aug 2024


Berita Terbaru

Area hutan dunia terus menyusut, target hutan global masih jauh dari memadai
Indonesia
•
12 May 2026
Nafta langka, produsen makanan ringan terkemuka Jepang gunakan kemasan hitam-putih
Indonesia
•
12 May 2026

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026
