
Sebulan setelah serangan mendadak Israel, Iran tetap waspada

Foto yang diabadikan pada 29 Juni 2025 ini menunjukkan kerusakan di Penjara Evin pascaserangan udara Israel di Teheran, Iran. (Xinhua)
Perang yang melibatkan Iran merupakan perang hibrida yang mencakup penggunaan sistem ofensif, siber, keamanan, militer, ekonomi, serta sanksi-sanksi oleh Israel dan AS, termasuk sekutu AS di NATO.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Sebulan yang lalu, pada 13 Juni dini hari waktu setempat, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran secara mendadak ke sejumlah wilayah di Iran, termasuk situs nuklir dan militer, yang menewaskan beberapa komandan senior, ilmuwan nuklir, serta warga sipil.Sebulan setelah serangan yang memicu perang selama 12 hari antara kedua negara itu, para ahli dan politisi Iran tetap berpendapat bahwa meskipun kecil kemungkinan Israel akan melancarkan serangan lain terhadap Iran dalam waktu dekat, Teheran harus meningkatkan kesiapsiagaannya untuk menghadapi segala skenario yang mungkin terjadi.Dalam sebuah wawancara yang disiarkan lewat televisi baru-baru ini, Ali Larijani, seorang penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, memperingatkan bahwa "ada kemungkinan Israel... akan memutuskan untuk kembali (menyerang)," seraya menekankan bahwa Iran harus selalu siap siaga.Dalam wawancara terbaru dengan Kantor Berita Buruh Iran (Iranian Labour News Agency/ILNA), Hossein Kanani Moghaddam, seorang pakar isu-isu Asia Barat sekaligus sekretaris jenderal Partai Hijau (Green Party) Iran, memperingatkan agar tidak lengah. Dia mengatakan, "kita harus selalu siap untuk mempertahankan negara dan menjaga kesiapsiagaan kita untuk menghadapi musuh."Pakar itu menekankan pentingnya memperkuat pertahanan pasif Iran dalam menghadapi operasi mendadak yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat (AS). Dia menyebutkan bahwa perang yang melibatkan Iran merupakan perang hibrida yang mencakup penggunaan sistem ofensif, siber, keamanan, militer, ekonomi, serta sanksi-sanksi oleh Israel dan AS, termasuk sekutu AS di NATO.Kanani Moghaddam menyoroti pentingnya memastikan bahwa badan-badan intelijen dan antispionase Iran dilengkapi dengan baik dan berfokus pada upaya menghadapi "musuh".Dia juga menekankan perlunya membentuk sebuah lembaga intelijen dan keamanan independen yang secara khusus menangani ancaman-ancaman dari Israel.Kekuatan pencegahan yang dimiliki Iran harus sedemikian besar agar Israel percaya bahwa setiap "agresi" terhadap Iran akan membawa konsekuensi besar baginya, imbuh Kanani Moghaddam.Dalam wawancara lain dengan ILNA, pakar hubungan internasional Ali-Asghar Zargar mengatakan bahwa meskipun gencatan senjata antara Iran dan Israel saat ini mungkin dapat dipertahankan, Iran harus mengambil tindakan-tindakan cepat untuk memperkuat pertahanan udara dan kekuatan militernya.Anggota parlemen sekaligus mantan menteri luar negeri Iran, Manouchehr Mottaki, juga mengatakan kepada kantor berita resmi IRNA dalam sebuah wawancara baru-baru ini bahwa "kita semua, terutama angkatan bersenjata Iran, harus siap menghadapi serangan Israel yang kemungkinan terjadi".Para petinggi militer Iran telah memperingatkan bahwa jika Israel berusaha melanggar gencatan senjata, respons Iran akan "menghancurkan".Dalam pernyataannya kepada Defa Press, sebuah outlet media yang berafiliasi dengan Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran Abolfazl Shekarchi mengatakan bahwa respons negaranya terhadap kemungkinan serangan Israel akan bersifat "tegas, serius, menghancurkan, efektif, dan menimbulkan penyesalan". Dia menekankan bahwa kesiapsiagaan angkatan bersenjata Iran berada pada tingkat yang tinggi.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tajuk Xinhua: China targetkan pertumbuhan lebih cepat dan berkualitas di tengah modernisasi (Bagian 2 - selesai)
Indonesia
•
09 Mar 2023

Kemenlu China sebut hubungan China-Honduras awali hubungan dengan kuat
Indonesia
•
07 Jun 2023

Belanja pertahanan NATO pada 2025 tembus 23,7 kuadriliun rupiah
Indonesia
•
27 Mar 2026

Israel terus lancarkan serangan udara ke Lebanon, jumlah warga sipil yang tewas dan pengungsi terus meningkat
Indonesia
•
23 Oct 2024


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
