
Mendag: Wujudkan Asia Tenggara sebagai pusat perekonomian hijau

Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan. (Kementerian Perdagangan RI)
Perekonomian hijau di Indonesia dan di kawasan Asia Tenggara dapat diperkuat memalui sinergi antara pemerintah dan generasi muda dengan membangun inisiatif dan inovasi.
Jakarta (Indonesia Window) – Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Zulkifli Hasan, optimistik kawasan Asia Tenggara dapat menjadi pusat pertumbuhan perekonomian hijau.Sinergi pemerintah dengan generasi muda dapat mendorong tumbuhnya inisiatif dan inovasi memperkuat perekonomian hijau di Indonesia dan di kawasan Asia Tenggara, kata Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat memberikan materi pada peluncuran Green Economy Youth Organization (GEYO) pada Rabu.Acara yang berlangsung secara hibrida ini bertemakan “Peran Pemerintah Mendukung Pemuda dalam Mendiseminasi Hasil KTT G20 dan Peran Aktif dalam Keketuaan Indonesia ASEAN 2023”.Mendag Zulkifli Hasan berharap, GEYO dapat menjadi organisasi pemuda yang mewujudkan visi dan misinya dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik, maju, dan berdaulat yang fokus pada lingkungan dan ekonomi hijau.“Saya sangat mengapresiasi dibentuknya GEYO dalam mendorong peran generasi muda sebagai pusat dari pembangunan berkelanjutan terutama ekonomi hijau,” ujar Mendag Zulkifli Hasan.Menurut Mendag Zulkifli Hasan, dalam pertemuan pemimpin ASEAN (Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara) dengan ASEAN Youth (Pemuda ASEAN), Presiden Joko Widodo menyatakan, sebanyak 33 persen dari populasi ASEAN atau sekitar 225 juta orang adalah anak muda.Keuntungan demografi yang kuat tersebut harus dimanfaatkan sehingga wilayah Asia Tenggara dapat menjadi pusat pertumbuhan, kata Mendag, seraya menambahkan, ASEAN memiliki potensi ekonomi hijau sebesar 1 miliar dolar AS pada 2030."Untuk itu, ASEAN diharapkan fokus pada penyusunan kebijakan yang kondusif bagi pengembangan ekonomi hijau, ekspansi investasi, dan dukungan alih teknologi di sektor ekonomi hijau," ujarnya.Pada 2023 mendatang, lanjut Mendag, Indonesia akan memegang keketuaan ASEAN, dan pada saat yang sama, situasi ekonomi dunia diprediksi kurang ideal bagi pengembangan ekonomi.Dari sisi geopolitik maupun ekonomi, situasi masih belum kondusif dan dunia masih mengalami tantangan multidimensi.“Di tengah situasi tidak menentu, kita patut bersyukur pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia. Untuk itu, pada keketuaan ASEAN tahun depan, Indonesia akan mendorong Kawasan Asia Tenggara sebagai pusat pertumbuhan, ‘an epicentrum of growth’, ungkap Zulkifli.Inovasi yang kompetitif dalam ekonomi hijau adalah masa depan ASEAN untuk terus tumbuh dan berkelanjutan, pungkasnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

“Food estate” padi di Kalteng mencakup 32 ribu hektare
Indonesia
•
02 Sep 2020

Prabowo, Putin perkuat kerja sama energi, antariksa, pendidikan
Indonesia
•
14 Apr 2026

Indeks daya saing digital Indonesia di urutan 56 dari 63 negara di dunia
Indonesia
•
02 Oct 2020

Wamenaker: Regulasi ketenagakerjaan tak bisa disusun sepihak, serikat pekerja harus dilibatkan
Indonesia
•
18 Jun 2026


Berita Terbaru

Patrialis Akbar ingatkan hakim: Salah memutus perkara, pertanggungjawabannya hingga akhirat
Indonesia
•
12 Aug 2026

Program Magang Nasional 2026 dibuka, pemerintah siapkan 150 ribu kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi
Indonesia
•
11 Aug 2026

Analisis – Ke mana mengalirnya uang jemaah haji Indonesia? Ada potensi ekonomi yang bisa kembali ke Tanah Air (2 dari 3 tulisan)
Indonesia
•
08 Aug 2026

Analisis – Ke mana mengalirnya uang jemaah haji Indonesia? Ada potensi ekonomi yang bisa kembali ke Tanah Air (selesai)
Indonesia
•
08 Aug 2026
