
Kepala IMF desak negara-negara untuk segera selesaikan perselisihan perdagangan

Para pekerja garmen membuat pakaian di sebuah pabrik di Phnom Penh, Kamboja, pada 17 Desember 2021. (Xinhua/Wu Changwei)
Pergeseran signifikan dalam kebijakan perdagangan telah menyebabkan peningkatan tajam dalam hal ketidakpastian.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva pada Kamis (24/4) mengatakan bahwa pergeseran signifikan dalam kebijakan perdagangan telah menyebabkan peningkatan tajam dalam hal ketidakpastian. Dia juga menyerukan agar semua negara terlibat dalam kerja sama yang konstruktif dan segera menyelesaikan perselisihan perdagangan."Pergeseran kebijakan perdagangan yang besar telah meningkatkan ketidakpastian hingga di luar ekspektasi, yang disertai dengan kondisi keuangan yang lebih ketat dan volatilitas pasar yang tinggi," demikian disampaikan Georgieva dalam konferensi pers pada Pertemuan Musim Semi Bank Dunia dan IMF 2025."Sederhananya, perekonomian dunia sedang menghadapi ujian yang baru dan besar, dan menghadapinya dengan penyangga kebijakan yang sudah menipis akibat berbagai guncangan dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya.Dalam Agenda Kebijakan Global yang belum lama ini dirilis, kepala IMF itu menguraikan tiga prioritas utama. "Yang pertama dan paling mendesak, negara-negara bekerja secara konstruktif, menyelesaikan ketegangan perdagangan secepat mungkin, mempertahankan keterbukaan, dan menyingkirkan ketidakpastian," kata Georgieva."Penyelesaian kebijakan perdagangan di antara para pemain utama sangat penting, dan kami mendesak mereka untuk melakukannya dengan cepat, karena ketidakpastian sangat mahal harganya," imbuhnya."Semua negara harus memanfaatkan momen ini untuk mengurangi hambatan perdagangan mereka, baik tarif maupun nontarif," lanjutnya.Kedua, Georgieva mendesak semua negara untuk berjuang demi menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan, menekankan bahwa cara terbaik untuk mencapai tujuan ini adalah dengan mengatur negara mereka sendiri. Mengenai kebijakan fiskal, sebagian besar negara perlu membangun kembali penyangga dan memastikan keberlanjutan. Terkait kebijakan moneter, bank sentral harus mencapai keseimbangan yang baik dalam mendukung pertumbuhan dan meredam inflasi, ujarnya, seraya menekankan bahwa kemandirian bank sentral sangat penting untuk menjaga kredibilitas.Ketiga, kepala IMF itu mengimbau negara-negara untuk secara aktif mendorong reformasi yang berorientasi pada pertumbuhan guna mendorong produktivitas. Menurut Georgieva, berbagai reformasi ini dapat menciptakan lingkungan bisnis yang baik, mereformasi pasar tenaga kerja, membangun kondisi yang baik untuk inovasi, dan, dalam dunia dengan kemajuan teknologi yang pesat, menyediakan kesempatan bagi negara-negara untuk sepenuhnya memanfaatkan investasi ini demi kepentingan rakyat mereka.Menurut edisi terbaru laporan World Economic Outlook (WEO) yang dirilis pada Selasa (22/4), IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan globalnya pada 2025 menjadi 2,8 persen, menandai penurunan signifikan sebesar 0,5 poin persentase dari proyeksi pada Januari.Mengatakan bahwa tarif saja merupakan "kejutan negatif yang besar", IMF menyebutkan dalam laporan itu bahwa "ketidakpastian" yang muncul akibat langkah-langkah ini berdampak negatif terhadap aktivitas ekonomi dan prospeknya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Penjualan Amazon tumbuh menjadi 134,4 miliar dolar AS pada kuartal kedua 2023
Indonesia
•
06 Aug 2023

Perkiraan inflasi Brasil pada 2022 turun jadi 5,79 persen
Indonesia
•
13 Dec 2022

Penjualan kendaraan energi baru China tertinggi di dunia selama 7 tahun
Indonesia
•
13 Jan 2022

Investasi sektor industri 2020 capai 272,7 triliun rupiah
Indonesia
•
26 Jan 2021


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
