
Perjanjian perdagangan bebas Filipina-Korsel capai tahap akhir

Kapal penangkap ikan dan derek kontainer terlihat di Manila, Filipina, pada 7 Agustus 2020. (Xinhua/Rouelle Umali)
Perjanjian perdagangan bebas Filipina dan Korea Selatan (Korsel) saat ini telah mencapai tahap akhir, dan kini negara anggota ASEAN itu sedang mempertimbangkan untuk mulai membahas perjanjian perdagangan preferensial yang potensial dengan India dan memulai negosiasi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif dengan Uni Emirat Arab.
Manila, Filipina (Xinhua) – Perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) antara Filipina dan Korea Selatan (Korsel) saat ini telah mencapai tahap akhir, demikian disampaikan Departemen Perdagangan dan Perindustrian Filipina pada Selasa (14/3)."Kami telah menyelesaikan negosiasi, dan FTA kami dengan Korea Selatan kini telah mencapai tahap akhir," kata Menteri Perdagangan dan Perindustrian Filipina Alfredo Pascual.Filipina juga "sedang mempertimbangkan untuk mulai membahas perjanjian perdagangan preferensial yang potensial dengan India dan memulai negosiasi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif dengan Uni Emirat Arab (UEA)," kata Pascual seperti dikutip oleh Departemen Perdagangan dan Perindustrian Filipina.Bulan lalu, Filipina meratifikasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP)."Ketika perjanjian FTA ini mulai berlaku, eksportir Filipina akan memperoleh pasar dari 15 negara yang mewakili hampir 30 persen populasi, ekonomi, dan perdagangan dunia," papar Pascual, yang menambahkan bahwa keuntungan berpartisipasi dalam RCEP lebih besar dibandingkan kerugiannya. "Di antaranya, kita perlu memanfaatkan ketentuan fasilitasi perdagangan yang telah disempurnakan, yang menjadikan perdagangan lintas perbatasan lebih sederhana dan lebih cepat."RCEP merupakan kesepakatan perdagangan besar-besaran yang melibatkan Australia, China, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, serta 10 negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Nilai tambah ekonomi digital sumbang lebih dari 40 persen terhadap PDB Beijing pada 2023
Indonesia
•
22 Jan 2024

Bank Sentral Eropa pertahankan tingkat suku bunga utama
Indonesia
•
26 Jan 2024

IMF: Terlalu dini katakan dunia hadapi inflasi berkelanjutan
Indonesia
•
04 Feb 2022

Minyak perpanjang reli di Asia di tengah rencana sanksi baru ke Rusia
Indonesia
•
05 Apr 2022


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
