IMF perkirakan pertumbuhan global melambat hingga 3,0 persen pada 2023 dan 2024

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 6 April 2021 ini menunjukkan tampilan eksterior kantor pusat Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Ting Shen)
Pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan turun dari kira-kira 3,5 persen pada 2022 menjadi 3,0 persen pada 2023 dan 2024, sedangkan pertumbuhan China diprediksi tetap di angka 5,2 persen pada 2023 dan 4,5 persen pada 2024.
New York City, AS (Xinhua) – Pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan turun dari kira-kira 3,5 persen pada 2022 menjadi 3,0 persen pada 2023 dan 2024, sedangkan pertumbuhan China diprediksi tetap di angka 5,2 persen pada 2023 dan 4,5 persen pada 2024, demikian disampaikan Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa (25/7)."Meski perkiraan untuk 2023 sedikit lebih tinggi dibandingkan perkiraan di dalam World Economic Outlook April 2023, perkiraan tersebut tetap lemah menurut standar historis," ungkap IMF dalam World Economic Outlook terbaru. "Kenaikan suku bunga kebijakan bank sentral untuk memerangi inflasi terus membebani aktivitas ekonomi."Inflasi indeks harga konsumen (headline inflation) global diperkirakan akan turun dari 8,7 persen pada 2022 menjadi 6,8 persen pada 2023 dan 5,2 persen pada 2024. Inflasi inti atau underlying (core) inflation diproyeksikan menurun secara bertahap, dan perkiraan inflasi pada 2024 telah direvisi naik, kata IMF.Untuk perekonomian maju, laporan tersebut mencatat bahwa perlambatan pertumbuhan yang diproyeksikan untuk 2023 tetap signifikan, yakni dari 2,7 persen pada 2022 menjadi 1,5 persen pada 2023.Sekitar 93 persen perekonomian maju diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan yang lebih rendah pada 2023, dan pertumbuhan pada 2024 di antara kelompok perekonomian maju ini diproyeksikan akan tetap berada di angka 1,4 persen, lanjut laporan IMF.Di Amerika Serikat, pertumbuhan diproyeksikan melambat dari 2,1 persen pada 2022 menjadi 1,8 persen pada 2023, dan selanjutnya menjadi 1,0 persen pada 2024.Pertumbuhan di emerging market dan perekonomian berkembang diperkirakan akan naik dengan pertumbuhan tahunan (year on year/yoy) meningkat dari 3,1 persen pada 2022 menjadi 4,1 persen pada tahun ini dan tahun depan.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Merger Alaska Airlines dan Hawaiian Airlines lolos tinjauan regulasi antimonopoli
Indonesia
•
21 Aug 2024

Taiwan akan produksi CPU komputer Windows seluruh dunia
Indonesia
•
03 Aug 2020

AmCham South China: China masih jadi destinasi investasi yang sangat menarik
Indonesia
•
01 Mar 2023

Kawasan Komunitas Afrika Timur bukukan kinerja ekonomi kuat pada 2022
Indonesia
•
21 Mar 2023
Berita Terbaru

Presiden Meksiko sebut negaranya akan terus kirim minyak ke Kuba
Indonesia
•
30 Jan 2026

Teknologi PaMER hasilkan minyak pangan bernutrisi tinggi, rendah karbon
Indonesia
•
30 Jan 2026

Megafactory Tesla di Shanghai kirim 2.000 lebih unit baterai megapack pada 2025
Indonesia
•
30 Jan 2026

Ekonomi makin tak menentu, permintaan emas dunia pecahkan rekor
Indonesia
•
30 Jan 2026
