
Pesepak bola Belanda terancam hukuman 9 tahun penjara atas kasus penyelundupan kokain

Pesepak bola Belanda Quincy Promes (kiri) berduel dengan Leroy Sane dari Jerman dalam pertandingan Grup 1 Liga A Nations League di Veltins Arena, Gelsenkirchen, Jerman, pada 19 November 2018. Pertandingan berakhir imbang dengan skor 2-2. (Xinhua/Ulrich Hufnagel)
Pesepak bola profesional Belanda, Quincy Promes, terlibat dalam kasus penyelundupan 1.360 kilogram kokain yang dikirim dari Brasil melalui Pelabuhan Antwerp.
Den Haag, Belanda (Xinhua) – Jaksa penuntut umum Belanda pada Rabu (24/1) mengajukan tuntutan sembilan tahun penjara kepada pesepak bola profesional Belanda, Quincy Promes, atas keterlibatannya dalam kasus penyelundupan kokain skala besar melalui Pelabuhan Antwerp.Mantan pemain Ajax dan Sevilla berusia 32 tahun itu, yang saat ini bermain untuk Spartak Moscow di Rusia, tidak hadir dalam persidangan di pengadilan di Amsterdam. Jaksa penuntut umum mencoba membawanya ke Belanda, namun Promes menolak, kemungkinan karena takut ditahan.Menurut jaksa penuntut umum, Promes memiliki "peran mengarahkan" dalam penyelundupan dua pengiriman kokain yang masuk ke Pelabuhan Antwerp, Belgia, pada 2020. Kasus ini terkait dengan total 1.360 kilogram kokain yang dikirim dari Brasil.Menurut pengacaranya, Promes menyangkal keterlibatannya dalam kasus narkoba tersebut. Tanggal putusan pengadilan belum diketahui.Ini bukan kasus pengadilan pertama bagi pesepak bola yang telah 50 kali bermain di tim nasional Belanda itu, yang kali terakhir membela negaranya dalam turnamen Piala Eropa pada 2021.Juni tahun lalu, Promes dijatuhi hukuman 1,5 tahun penjara karena menikam sepupunya di sebuah pesta keluarga. Pengadilan di Amsterdam memutuskan dirinya bersalah atas penyerangan serius. Promes mengajukan banding atas putusan tersebut.Dalam kasus narkoba baru-baru ini, polisi menerima informasi pada 2018 bahwa pesepak bola tersebut telah menginvestasikan uangnya dalam perdagangan kokain. Penyelidikan mengungkapkan bahwa dirinya terlibat dalam penyelundupan dua pengiriman kokain yang diangkut dalam lima kontainer di Pelabuhan Antwerp.Menurut jaksa penuntut, Promes melakukan kontak dengan para pengedar narkoba besar. Jaksa bertanya-tanya bagaimana mungkin "seorang pesepak bola yang sedemikian sukses membiarkan dirinya terseret begitu jauh ke dalam tindak kriminal" dan mereka "sangat menyayangkan bahwa tersangka justru menganggap normal dan hampir meromantisasi perdagangan kokain."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China akan lanjutkan upaya tanpa henti untuk penyelesaian masalah Palestina
Indonesia
•
01 Nov 2023

PM Prancis paksakan anggaran tanpa persetujuan parlemen, picu risiko mosi tidak percaya
Indonesia
•
03 Dec 2024

Ramadan 1447 – Hari kedua bulan suci, PBB peringatkan krisis bantuan di Gaza
Indonesia
•
20 Feb 2026

LSM Polandia selamatkan migran Suriah lintasi perbatasan Belarusia
Indonesia
•
15 Nov 2021


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
