
Eks penasihat Trump dinyatakan bersalah atas penghinaan terhadap Kongres AS

Tangkapan layar yang diambil dari situs web streaming CNN pada 7 September 2023 ini menunjukkan Peter Navarro, eks penasihat mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump, saat sedang berpidato di sebuah ruang publik. (Xinhua)
Peter Navarro adalah eks ajudan kedua dari mantan presiden AS Donald Trump yang dikenai dakwaan karena menolak bekerja sama dengan komite khusus DPR AS menyusul Steve Bannon, yang tahun lalu didakwa karena dua kali melakukan penghinaan dan telah mengajukan banding sejak saat itu.
Houston, AS (Xinhua) – Peter Navarro, eks penasihat mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada Kamis (7/9) dinyatakan bersalah atas penghinaan kepada Kongres karena menolak panggilan (subpoena) dari panel Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS yang menyelidiki serangan terhadap gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021.Navarro (74), yang di bawah kepresidenan Trump menjabat sebagai direktur Kantor Kebijakan Perdagangan dan Manufaktur Gedung Putih, dinyatakan bersalah atas satu dakwaan terkait penolakannya untuk hadir memberikan kesaksian di hadapan komite khusus DPR AS itu, dan satu dakwaan lainnya karena menolak menyerahkan sejumlah dokumen.Hakim telah menjadwalkan penjatuhan vonis hukumannya pada 12 Januari mendatang.Navarro terancam hukuman kurungan maksimal dua tahun dan denda hingga 200.000 dolar AS, lapor media AS.Navarro adalah eks ajudan kedua dari mantan presiden AS Donald Trump yang dikenai dakwaan karena menolak bekerja sama dengan komite khusus DPR AS menyusul Steve Bannon, yang tahun lalu didakwa karena dua kali melakukan penghinaan dan telah mengajukan banding sejak saat itu.Dalam argumen penutupnya pada Kamis tersebut, pengacara Departemen Kehakiman AS Elizabeth Aloi menyampaikan bahwa pemerintah dapat melaksanakan fungsinya secara efektif hanya jika orang-orang mematuhi aturan dan dimintai pertanggungjawaban saat tidak mematuhinya.Navarro "memilih" untuk tidak memenuhi panggilan pada Februari 2022 meski dirinya mengetahui "apa yang harus dilakukan dan kapan diminta melakukannya," kata Aloi kepada juri.Pengacara Navarro, Stanley Woodward, berpendapat bahwa panggilan itu tidak menyebut secara spesifik tentang lokasi di kompleks Capitol tempat Navarro harus hadir, dan jaksa penuntut gagal membuktikan bahwa Navarro sengaja tidak memenuhi panggilan tersebut.Woodward juga menuturkan bahwa Navarro telah mengatakan kepada komite tersebut bahwa "dirinya tidak dapat berbuat apa-apa" dan mengklaim hak istimewa eksekutif."Untuk mengajukan hak istimewa itu, dia harus melakukannya dengan menjawab pertanyaan demi pertanyaan," kata jaksa penuntut utama John Crabb. "Hal tersebut telah dijelaskan kepada Tuan Navarro. Dan dia tidak hadir."*1 dolar AS = 15.334 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Krisis Afrika Timur memburuk, 40,5 juta orang kini terancam kelaparan
Indonesia
•
16 Jul 2026

Kuwait jadi sasaran serangan, pertahanan udara cegat rudal dan ‘drone’ musuh
Indonesia
•
24 Jul 2026

Spanyol berlakukan embargo senjata terhadap Israel
Indonesia
•
09 Sep 2025

Malaysia potong pajak ekspor minyak sawit saat krisis pasokan global
Indonesia
•
10 May 2022


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
