
Pilar berusia 12.000 tahun dengan ukiran wajah manusia ditemukan di Turkiye tenggara

Sebuah pilar berbentuk T dengan ukiran wajah manusia berhasil ditemukan untuk pertama kalinya dalam ekskavasi baru-baru ini di situs arkeologi Karahantepe di Turkiye tenggara. (Xinhua/Indonesia Window)
Pilar berbentuk T dengan ukiran wajah manusia ditemukan di situs arkeologi Karahantepe di Turkiye tenggara, berasal dari 12.000 tahun yang lalu.
Ankara, Turkiye (Indonesia Window) – Sebuah pilar berbentuk T dengan ukiran wajah manusia berhasil ditemukan untuk pertama kalinya dalam ekskavasi baru-baru ini di situs arkeologi Karahantepe di Turkiye tenggara, seperti diumumkan seorang menteri kabinet negara itu pada Senin (6/10).Penemuan tersebut terjadi dalam ekskavasi di bawah Proyek Stone Hills, sebuah inisiatif arkeologi komprehensif yang mengeksplorasi transisi manusia dari gaya hidup nomaden ke gaya hidup menetap dan evolusi sistem kepercayaan sekitar 12.000 tahun yang lalu. Berlokasi di Anatolia tenggara, proyek itu mencakup sejumlah situs Neolitikum, termasuk Gobeklitepe dan Karahantepe."Artefak yang ditemukan di Karahantepe ini menjelaskan sejarah umat manusia sebagai contoh pertama dari manusia Neolitikum yang membuat ukiran dirinya pada kolom berbentuk T," ujar Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turkiye Mehmet Nuri Ersoy dalam sebuah pernyataan.Wajah tersebut, yang diukir pada bagian atas batu, memiliki kontur yang tajam, mata yang dalam, serta hidung yang lebar dan berbentuk balok, ciri-ciri gaya yang mirip dengan patung manusia lain yang sebelumnya ditemukan di Karahantepe. Menurut Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turkiye, penemuan ini tidak hanya menyoroti keterampilan teknis masyarakat Neolitikum awal, tetapi juga menjelaskan kapasitas mereka untuk abstraksi dan representasi diri.Pilar yang baru ditemukan itu menandai terobosan yang signifikan dalam studi Neolitikum, tambah pernyataan tersebut.Hingga saat ini, pilar-pilar berbentuk T yang ditemukan di Karahantepe dan Gobeklitepe di dekatnya diketahui memiliki ukiran tangan dan lengan, yang mendorong para peneliti untuk menginterpretasikannya sebagai representasi simbolis manusia, kata kementerian tersebut. Namun, ini merupakan kali pertama wajah manusia diukir langsung pada pilar seperti itu, yang mengungkap sebuah dimensi baru ekspresi simbolis dan artistik di kalangan masyarakat Neolitikum.Kementerian tersebut mengungkapkan penemuan ini semakin mendukung gagasan bahwa pilar-pilar berbentuk T memiliki sebuah peran simbolis di luar tujuan struktural atau ritual. Untuk pertama kalinya, monolit-monolit ini tampak menggambarkan bentuk manusia dengan cara yang lebih langsung dan personal, yang mewakili tahap penting dalam perkembangan citra dan pemikiran spiritual manusia.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

KCJB angkut 58.000 penumpang sejak beroperasi secara komersial
Indonesia
•
28 Oct 2023

Feature – Tropical Gaya Coffee Series tampilkan kopi Indonesia di Expo Osaka
Indonesia
•
08 Oct 2025

Pemindahan ibu kota jangan sampai marginalkan masyarakat lokal
Indonesia
•
29 Nov 2019

Duta besar RI serahkan surat kepercayaan kepada Sultan Brunei
Indonesia
•
14 Sep 2023


Berita Terbaru

Indonesia masuk zona merah kabut asap 2026, Agustus-September jadi periode paling berbahaya
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Herdman dan peta jalan baru timnas Indonesia: Mimpi ke Piala Dunia 2030 dimulai
Indonesia
•
21 Jun 2026

Feature – Mengapa orang Indonesia tetap demam Piala Dunia meski timnas tak bermain? Ini jawaban psikolog
Indonesia
•
21 Jun 2026

Jamu bakal punya pusat pengobatan modern, Indonesia gandeng China untuk mewujudkannya
Indonesia
•
20 Jun 2026
