Bank Dunia setujui pinjaman ke China untuk pengembangan pertanian dan pedesaan

Para pekerja memanen daun teh di sebuah kebun teh di Maoping, wilayah Zigui, Provinsi Hubei, China tengah, pada 1 April 2023. (Xinhua/Wang Huifu)
Pinjaman Bank Dunia untuk China sebesar 345 juta dolar AS ditujukan untuk meningkatkan pengembangan pertanian hijau dan wilayah pedesaan di provinsi Hubei dan Hunan, China tengah.
Beijing, China (Xinhua) – Bank Dunia menyetujui pinjaman sebesar 345 juta dolar AS untuk meningkatkan pengembangan pertanian hijau dan wilayah pedesaan di provinsi Hubei dan Hunan, China tengah, demikian disampaikan pihak kantor cabang bank tersebut di Beijing pada Sabtu (29/4).Pinjaman itu, bersama dengan dana pemerintah, akan digunakan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari pembiakan tanaman dan ternak, meningkatkan penyerap karbon tanah, meningkatkan perlindungan keanekaragaman hayati dan pemulihan ekosistem pertanian, dan mendukung pemerintah daerah untuk mengintegrasikan tujuan lingkungan dan dekarbonisasi dalam rencana revitalisasi pedesaan dan proyek investasi, menurut kantor cabang tersebut.Berbagai upaya akan dilakukan di sejumlah bidang, seperti memberikan pelatihan dan layanan penyuluhan pertanian kepada petani dan anggota koperasi, mendorong petani dan pengolah makanan untuk mengadopsi berbagai teknologi pertanian iklim-pintar dan praktik pertanian yang baik, mengoptimalkan layanan pengolahan limbah dan sampah pedesaan, serta memperkenalkan standar dan metode yang berkaitan dengan pertanian hijau dan pembangunan pedesaan."Program ini akan memperkenalkan target dan praktik inovatif untuk pertanian hijau sekaligus meningkatkan ketahanan program revitalisasi pedesaan pemerintah di Hubei dan Hunan, menghasilkan pelajaran yang dapat diterapkan di seluruh negeri," tutur Mara Warwick, Direktur Bank Dunia untuk China, Mongolia, dan Korea.Sektor pertanian China
China memperkuat dukungan keuangan untuk daerah pedesaan, sektor pertanian, dan petani pada kuartal pertama 2023, dengan pinjaman dan premi asuransi di sektor ini mencatatkan peningkatan pesat.Pada akhir Maret lalu, pinjaman inklusif di bidang pertanian di China mencapai 11,47 triliun yuan, melonjak 21,2 persen secara tahunan (year on year/yoy), demikian disampaikan Komisi Regulasi Perbankan dan Asuransi China (China Banking and Insurance Regulatory Commission).Pertumbuhan tersebut tercatat 10 poin persentase lebih tinggi daripada pertumbuhan rata-rata seluruh pinjaman, kata komisi tersebut, menambahkan bahwa pinjaman mengalami ekspansi pesat di berbagai bidang, seperti lahan pertanian, teknologi pertanian, dan pembangunan infrastruktur pedesaan.
Sejumlah warga desa menjemur cabai di Desa Baodong, Prefektur Otonom Etnis Miao dan Dong Qiandongnan, Provinsi Guizhou, China barat daya, pada 13 Agustus 2022. (Xinhua/Hu Panxue)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Modal asing keluar Indonesia 8,35 triliun rupiah di pekan keempat Juni
Indonesia
•
24 Jun 2022

Volume pasar keuangan Shanghai China tembus 5.649 kuardriliun rupiah pada 2021
Indonesia
•
21 Jan 2022

Lembaga Amil Zakat SIP-KPMI Bogor teken nota kesepahaman program pemberdayaan usaha
Indonesia
•
26 Aug 2025

Fokus Berita – Pejabat Jerman tolak tarif, serukan penguatan hubungan ekonomi dengan China
Indonesia
•
05 May 2025
Berita Terbaru

Feature – Tianlala bawa aroma dan manis teh susu dari China ke Indonesia
Indonesia
•
29 Jan 2026

Laba bersih Tesla anjlok 46 persen pada 2025
Indonesia
•
29 Jan 2026

Feature – Kelapa Indonesia lebih mudah masuki pasar China berkat jalur pengiriman dan kebijakan preferensial Hainan
Indonesia
•
28 Jan 2026

Penjualan EV di Indonesia naik 141 persen pada 2025, merek-merek China menonjol
Indonesia
•
27 Jan 2026
