PM Palestina tolak rencana Israel untuk pisahkan zona ibadah di Yerusalem

Umat Muslim mengikuti ibadah salat malam Lailatul Qadar saat bulan suci Ramadhan di kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem pada 17 April 2023. (Xinhua/Muammar Awad)
PM Palestina Mohammed Ishtaye menolak rencana Israel untuk memisahkan zona ibadah umat Muslim di Yerusalem Timur antara umat Yahudi dan Muslim, mengatakan bahwa itu akan "memicu kemarahan yang luar biasa dengan dampak yang tidak terduga karena kesucian dan nilai religius Masjid Al-Aqsa bagi rakyat Palestina dan Arab serta umat Muslim."
Ramallah, Palestina (Xinhua) – Perdana Menteri (PM) Palestina Mohammed Ishtaye pada Senin (12/6) menolak rencana Israel untuk memisahkan zona ibadah umat Muslim di Yerusalem Timur antara umat Yahudi dan Muslim.Ishtaye menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan pekanan kabinet Otoritas Palestina yang digelar di Kota Ramallah, Tepi Barat, menurut sebuah pernyataan dari kantor PM Palestina itu.Israel Radio melaporkan bahwa anggota parlemen Israel Amit Halevy dari Partai Likud mengusulkan pemisahan zona ibadah antara umat Yahudi dan Muslim di kompleks Masjid Al-Aqsa, yang dikenal oleh umat Yahudi sebagai Bukit Bait Suci (Temple Mount).Laporan itu menambahkan bahwa rencana Halevy akan memberikan umat Muslim kendali atas ujung selatan kompleks tersebut, yang merupakan lokasi bangunan Masjid Al-Aqsa, sementara umat Yahudi akan menerima wilayah tengah dan utara.Ishtaye menyampaikan peringatan terkait rencana tersebut, mengatakan bahwa itu akan "memicu kemarahan yang luar biasa dengan dampak yang tidak terduga karena kesucian dan nilai religius Masjid Al-Aqsa bagi rakyat Palestina dan Arab serta umat Muslim."Dia menyerukan dilakukannya aksi dari pihak Arab, Islam, dan internasional "yang lebih dari tuduhan dan kecaman untuk menjatuhkan sanksi yang akan mencegah perubahan apa pun di Masjid Al-Aqsa dan menghentikan segala bentuk pelanggaran di Yerusalem."Rakyat Palestina ingin bagian timur Yerusalem, yang diduduki oleh Israel pada 1967, menjadi ibu kota negara merdeka mereka, sementara rakyat Israel bersikeras bahwa seluruh kota tersebut adalah ibu kota mereka.
Umat Muslim mengikuti ibadah sholat Jumat pertama saat bulan suci Ramadhan di kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem pada 24 Maret 2023. (Xinhua/Chen Junqing)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Ribuan orang tinggalkan lokasi festival Burning Man di Nevada AS yang berlumpur pasca hujan lebat
Indonesia
•
07 Sep 2023

Pengadaan barang-jasa untuk sekolah berjalan secara daring
Indonesia
•
07 Aug 2020

Tingkat residivisme di New York City, AS meroket pada H1 2022
Indonesia
•
23 Aug 2022

Xi Jinping dianugerahi gelar Doktor Kehormatan dari King Saud University
Indonesia
•
09 Dec 2022
Berita Terbaru

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026

Sri Lanka pertimbangkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur
Indonesia
•
28 Jan 2026

30.000 lebih pekerja layanan kesehatan gelar aksi mogok kerja di California, AS
Indonesia
•
27 Jan 2026
