Populasi muda Jerman tetap stagnan di angka 10 persen, perdalam masalah tenaga kerja

populasi muda di Jerman

Penumpang terlihat di peron sebuah stasiun kereta di Berlin, Jerman, pada 15 Januari 2024. (Xinhua/Ren Pengfei)

Populasi muda di Jerman, yakni yang berusia 15 hingga 24 tahun, hanya menyumbang 10 persen dari keseluruhan populasi negara tersebut, sebuah angka yang secara historis rendah dan stagnan.

Berlin, Jerman (Xinhua/Indonesia Window) – Pemuda berusia 15 hingga 24 tahun hanya menyumbang 10 persen dari keseluruhan populasi Jerman, sebuah angka yang secara historis rendah dan stagnan serta kian memperbesar tekanan pada pasar tenaga kerja dan sistem sosial negara tersebut.

Badan Statistik Federal Jerman pada Selasa (5/8) mengatakan bahwa proporsi tersebut, yakni sekitar 8,3 juta orang pemuda pada akhir 2024, hampir tidak berubah sejak akhir 2021. Pejabat mengatakan angka tersebut lebih lanjut akan turun tanpa imigrasi pemuda usai pecahnya konflik Rusia-Ukraina pada Februari 2022.

Menurut sensus mikro 2024, hanya 8,6 persen dari populasi asli Jerman yang termasuk dalam kelompok usia 15-24 tahun. Sementara itu, di kalangan populasi keturunan imigran, yang didefinisikan sebagai individu yang lahir di Jerman dan kedua orang tuanya adalah imigran, proporsinya jauh lebih tinggi, yaitu 20,7 persen.

Populasi muda yang rendah di Jerman mencerminkan tren demografis yang lebih luas. Menurut platform data global Statista, tingkat kelahiran yang rendah dan harapan hidup yang meningkat menyebabkan ketidakseimbangan yang semakin parah di Jerman: saat generasi baby boomer memasuki masa pensiun, jumlah warga lanjut usia meningkat, sedangkan proporsi penduduk usia kerja menurun.

Statista menyatakan bahwa pergeseran demografis ini memberikan tekanan yang kian besar pada sistem pensiun dan perawatan jangka panjang di Jerman. Pergeseran demografis ini juga sudah mulai memengaruhi pasar tenaga kerja.

"Kekurangan tenaga kerja terampil masih menjadi tantangan utama bagi Jerman sebagai lokasi bisnis," kata Andrea Nahles, ketua Badan Tenaga Kerja Federal.

Pada Mei 2025, Badan Tenaga Kerja Federal melaporkan kekurangan tenaga kerja di kurang lebih satu dari setiap delapan profesi di Jerman.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait