
Pemerintah RI berencana perluas kerja sama dengan China di bidang pedesaan

Sebuah foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 19 September 2024 ini menunjukkan pemandangan hamparan sawah di Desa Ciasihan, Kabupaten Bogor. (Xinhua/Veri Sanovri)
Potensi yang dimiliki desa di Indonesia cukup banyak, seperti wisata, perikanan, dan pertanian, yang menawarkan produk-produk unggulan siap ekspor, seperti komoditas kopi luwak.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menyampaikan keinginan untuk meningkatkan kerja sama pembangunan desa dengan China. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan perwakilan Kongres Rakyat Nasional (National People's Congress/NPC) China di Jakarta pada awal pekan ini.Menteri Desa (Mendes) PDT Yandri Susanto mengatakan bahwa kerja sama dengan China diharapkan dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh sekitar 75.000 desa di Indonesia. Selain itu, masih ada ribuan desa yang tidak memiliki akses listrik, sinyal internet, dan sejumlah infrastruktur dasar lainnya."Kami buka peluang kolaborasi sebesar-besarnya karena potensi yang dimiliki desa di Indonesia cukup banyak, seperti wisata, perikanan, dan pertanian," kata Yandri saat menyambut kunjungan delegasi NPC di Jakarta pada Senin (9/12).Kemendes PDT berencana untuk memfasilitasi kerja sama dengan desa-desa di Indonesia. Pihak China disebut bisa bekerja sama di sektor perdagangan, karena banyak desa yang menawarkan produk-produk unggulan siap ekspor, seperti komoditas kopi luwak.Sementara itu, delegasi NPC yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi Pertanian dan Urusan Pedesaan China Fan Xiaojun juga berharap peningkatan kerja sama kedua negara sejalan dengan komitmen yang dicapai oleh kedua negara sebelumnya.Kedua negara sebenarnya sudah memiliki kerja sama di bidang pembangunan desa, salah satunya melalui program studi banding ke China yang difasilitasi oleh Kedutaan Besar (Kedubes) China di Indonesia bekerja sama dengan Kemendes PDT. Selama periode 2023-2024, ada puluhan kepala desa dari berbagai daerah di Indonesia yang mengikuti program ini.Program tersebut bertujuan agar para kepala desa dapat mempelajari kesuksesan pembangunan desa di China. Mereka mengunjungi sejumlah desa di China untuk mempelajari berbagai kegiatan ekonominya dan teknologi pertanian yang mereka gunakan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Inggris akan kirim bantuan vaksin untuk Indonesia
Indonesia
•
30 Jun 2021

Kapal pengangkut CNG pertama di dunia tiba di China, siap berlayar ke Indonesia
Indonesia
•
26 Mar 2024

Menteri agama tegaskan komitmen Indonesia kuatkan hubungan dengan Saudi
Indonesia
•
24 Sep 2019

Indonesia, Australia capai kesepakatan di bidang pertahanan, keamanan
Indonesia
•
13 Nov 2025


Berita Terbaru

Para pemimpin ASEAN prioritaskan keamanan dan ketahanan energi serta pangan di KTT Ke-48
Indonesia
•
11 May 2026

Kemiskinan ekstrem di China lenyap, jadi model pengentasan di Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Analisis – Stabilitas Selat Malaka jadi sorotan di tengah ketegangan lintasan ‘chokepoint’ global
Indonesia
•
10 May 2026

Presiden dorong ekonomi biru, Kampung Nelayan Merah Putih jadi model kemandirian pesisir
Indonesia
•
10 May 2026
