
Pria bunuh diri setelah tewaskan 30 orang di kamar bayi di Thailand

Ilustrasi. Seorang pria mantan perwira polisi bersenjatakan pistol dan pisau menyerbu sebuah kamar bayi di timur laut Thailand pada Kamis (6/9/2022), lalu menembak mati sedikitnya 30 orang, termasuk anak-anak, sebelum membunuh dirinya dan keluarganya. (Max Kleinen on Unsplash)
Penembakan massal di Thailand oleh seorang pria mantan perwira polisi telah menewaskan 30 orang, termasuk anak-anak, sebelum membunuh dirinya dan keluarganya.
Jakarta (Indonesia Window) – Seorang pria mantan perwira polisi bersenjatakan pistol dan pisau menyerbu sebuah kamar bayi di timur laut Thailand pada Kamis, lalu menembak mati sedikitnya 30 orang, termasuk anak-anak, sebelum membunuh dirinya dan keluarganya, kata pihak kepolisian setempat.Lelaki itu, bersenjatakan senapan, pistol dan pisau, melepaskan tembakan ke pusat penitipan anak di Provinsi Nong Bua Lam Phu sekitar pukul 12.30 waktu setempat, sebelum melarikan diri dari tempat kejadian dengan kendaraan, kata pihak berwenang."Jumlah korban tewas dari insiden penembakan ... setidaknya 30 orang," kata Anucha Burapachaisri, juru bicara kantor Perdana Menteri Thailand.Kolonel polisi Jakkapat Vijitraithaya, dari provinsi tempat serangan itu terjadi, mengidentifikasi pria bersenjata itu sebagai Panya Khamrab, seorang letnan kolonel polisi yang dia katakan dipecat dari kepolisian tahun lalu karena penggunaan narkoba.Jakkapat mengatakan, ada 23 anak di antara korban tewas, berusia dua hingga tiga tahun.Pembunuhan massal itu terjadi kurang dari sebulan setelah seorang perwira militer yang sedang bertugas, menembak mati dua rekannya di sebuah pangkalan pelatihan militer di ibu kota Bangkok.Sementara Thailand memiliki tingkat kepemilikan senjata yang tinggi, penembakan massal sangat jarang terjadi.Namun dalam satu tahun terakhir, setidaknya ada dua kasus penembakan pembunuhan oleh tentara, menurut Bangkok Post.Pada tahun 2020, dalam salah satu insiden paling mematikan di negara itu dalam beberapa tahun terakhir, seorang tentara menembak mati 29 orang dalam amukannya selama 17 jam, dan melukai lebih banyak lagi sebelum dia ditembak mati oleh pasukan komando.Penembakan massal itu terkait dengan sengketa utang antara pria bersenjata Sersan-Mayor Jakrapanth Thomma dan seorang perwira senior, serta petinggi militer yang menggambarkan si pembunuh sebagai tentara nakal.Sumber: AFPLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Hamas sebut bantuan yang masuk ke Gaza hanya penuhi kurang dari 1 persen kebutuhan penduduk
Indonesia
•
26 May 2025

AS laporkan hampir 100 kematian anak akibat flu pada musim ini
Indonesia
•
28 Jan 2023

Beijing akan perkenalkan matpel AI di sekolah dasar dan menengah
Indonesia
•
13 Mar 2025

Pelajar Islam Indonesia gugat Program Organisasi Penggerak Kemendikbud
Indonesia
•
27 Jul 2020


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026
