
IMF: PDB global berpotensi turun 4,5 persen dalam skenario "de-risking" ekstrem

Seorang wanita berjalan melewati kantor pusat Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) di Washington DC, Amerika Serikat (AS), pada 30 Maret 2021. (Xinhua/Ting Shen)
Produk Domestik Bruto global berpotensi turun 4,5 persen dalam skenario pengurangan risiko atau "de-risking" yang ekstrem.
Washington, AS (Xinhua) – Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) pada Kamis (11/1) menegaskan bahwa kerugian fragmentasi akan signifikan, seraya mengungkapkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) global berpotensi turun 4,5 persen dalam skenario pengurangan risiko atau "de-risking" yang ekstrem."Kami melihat beberapa tanda-tanda awal dari de-risking dan fragmentasi dalam data yang kami amati," kata juru bicara IMF Julie Kozack dalam sebuah konferensi pers saat menjawab pertanyaan dari Xinhua.Investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) tertentu semakin mengalir di antara negara-negara yang memiliki keselarasan geopolitik, rantai pasokan memanjang, dan ada peningkatan bertahap dalam pembatasan perdagangan selama sekitar lima tahun terakhir atau lebih, imbuh Kozack.Mengutip riset terbaru yang dirilis dalam Proyeksi Ekonomi Regional untuk Asia dan Pasifik (Regional Economic Outlook for Asia & Pacific) IMF pada Oktober 2023, juru bicara itu mengatakan staf IMF mengamati implikasi ekonomi dari strategi "de-risking"."Ditemukan bahwa mungkin ada hambatan pada pertumbuhan dari beberapa strategi ini. Sebagai contoh, studi tersebut menemukan bahwa PDB global berpotensi turun 1,8 persen dalam beberapa skenario tertentu," ujar Kozack.Dia menuturkan bahwa dalam skenario yang lebih "ekstrem", yakni "skenario reshoring penuh", PDB global berpotensi turun 4,5 persen. Reshoring merupakan strategi memindahkan kembali bisnis manufaktur perusahaan di luar negeri ke negara asal.
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) Kristalina Georgieva (pertama dari kanan) menghadiri konferensi pers di Marrakesh, Maroko, pada 14 Oktober 2023. (Xinhua/Huo Jing)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Administrasi Penerbangan Sipil sebut nilai ‘low-altitude economy’ China tembus 500 miliar yuan
Indonesia
•
29 Feb 2024

Minyak beragam di tengah kemungkinan OPEC+ akan tingkatkan pasokan
Indonesia
•
02 Feb 2022

Pakar bisnis senior sebut ketimpangan kapasitas produksi bukanlah "kelebihan kapasitas"
Indonesia
•
10 May 2024

AS minta Jepang alihkan impor LNG ke Eropa jika pasokan terganggu
Indonesia
•
04 Feb 2022


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
