
Proyek restorasi ekosistem China jadi proyek kesehatan planet unggulan PBB

Huang Runqiu (tengah), Menteri Ekologi dan Lingkungan China sekaligus presiden pertemuan ke-15 Konferensi Para Pihak Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Keanekaragaman Hayati (COP15), berbicara dalam konferensi pers di Montreal, Kanada, pada 13 Desember 2022. (Xinhua/Ren Pengfei)
Proyek restorasi ekosistem China mencakup 10 juta hektare ekosistem vital, termasuk hutan, padang rumput, dan jalur air, merupakan bagian dari 10 proyek unggulan global untuk membantu kesehatan planet yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Nairobi, Kenya (Xinhua) – Tujuan ambisius China untuk merestorasi 10 juta hektare ekosistem vital, termasuk hutan, padang rumput, dan jalur air, merupakan bagian dari 10 proyek unggulan global untuk membantu kesehatan planet yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (13/12).Inisiatif Shan-Shui, yang berarti ‘pegunungan dan sungai’, diakui sebagai salah satu inisiatif Unggulan Restorasi Dunia dalam pertemuan ke-15 Konferensi Para Pihak Konvensi PBB tentang Keanekaragaman Hayati (COP15) yang sedang berlangsung di Montreal, Kanada.Implementasi inisiatif Shan-Shui akan merevitalisasi kesehatan ekosistem di China serta menciptakan lebih dari 3,2 juta lapangan pekerjaan di berbagai sektor seperti pariwisata dan pembuatan anggur, menurut pernyataan dari PBB.Diperkirakan bahwa 70 juta rumah tangga, yang setara dengan 200 juta orang, akan mendapat keuntungan dari inisiatif tersebut, yang diakui di bawah Dekade Restorasi Ekosistem PBB yang dikoordinasikan oleh Program Lingkungan PBB (United Nations Environment Programme/UNEP) dan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (Food and Agriculture Organization/FAO).Direktur Eksekutif UNEP Inger Anderson mengatakan bahwa proyek yang berupaya merestorasi ekosistem yang mengalami degradasi akan mentransformasi penghidupan sekaligus mengatasi tiga krisis planet yakni perubahan iklim, hilangnya habitat, dan polusi.Anderson mengatakan inisiatif Shan-Shui menunjukkan manfaat ekonomi luar biasa yang akan terwujud ketika umat manusia hidup berdampingan dengan alam.Menurut PBB, China menargetkan untuk menyelesaikan 50 proyek yang tersebar di 700 wilayah dan berfokus pada perlindungan dan restorasi skala besar terhadap ekosistem vital antara tahun 2021 hingga 2030 di bawah inisiatif Shan-Shui.Sepuluh proyek unggulan global yang berupaya merestorasi dunia yang alami tersebut, termasuk juga inisiatif Shan-Shui, akan dianggap memenuhi syarat untuk pendanaan dan dukungan teknis dari PBB.Direktur Jenderal FAO Qu Dongyu mengatakan inisiatif pionir ini menawarkan pelajaran penting tentang restorasi habitat sebagai sarana untuk meningkatkan kesehatan manusia serta ketahanan pangan dan nutrisi.Sepuluh proyek itu juga menyoroti kecerdasan manusia yang harus dimanfaatkan untuk menghentikan degradasi habitat yang menyeret 1 juta spesies ke ambang kepunahan, kata PBB.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

PBB: Ratusan warga sipil tewas dan 370.000 mengungsi di Suriah utara dalam sepekan terakhir
Indonesia
•
09 Dec 2024

Korban tewas akibat serangan udara Israel di Gaza bertambah jadi 232
Indonesia
•
09 Oct 2023

Badan Cuaca AS: 95 persen El Nino terjadi di Belahan Bumi Utara pada musim dingin 2023
Indonesia
•
12 Aug 2023

Buat ‘prank’ di bulan hantu, dua warga Taiwan kena denda
Indonesia
•
17 Oct 2024


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
