Pulau negatif karbon pertama di China lahir dari gerakan hijau

Emisi karbon dioksida (CO2) di Pulau Lingshan, Kota Qingdao, menyentuh angka negatif 1.333 ton pada 2020, menjadikannya pulau laut negatif karbon pertama di China. (Xinhua)
Pulau negatif karbon pertama di China, Pulau Lingshan di Kota Qingdao, mencatat emisi karbon dioksida (CO2) di angka negatif 1.333 ton pada 2020, setelah menerapkan pembangunan hijau dan rendah karbon dengan mengubah gaya hidup penduduknya dan memperbarui industri.
Qingdao, China (Xinhua) – Bermula dari mengubah lahan pertanian kembali menjadi hutan hingga mengadopsi sumber energi bersih dan mendirikan ‘bank kredit karbon’, Pulau Lingshan di Kota Qingdao, China timur, melakukan upaya besar-besaran untuk memerangi emisi karbon.Emisi karbon dioksida (CO2) pulau itu menyentuh angka negatif 1.333 ton pada 2020, menjadikannya pulau laut negatif karbon pertama di China, menurut Pusat Sertifikasi Kualitas China (China Quality Certification Center/CQC).Pencapaian ini berakar dari upaya yang berdedikasi dan tak tergoyahkan. Dalam beberapa tahun terakhir, Pulau Lingshan mengalami transformasi yang signifikan, menerapkan pembangunan hijau dan rendah karbon dengan mengubah gaya hidup penduduknya dan memperbarui industri.Pada 2020, pulau yang menjadi rumah bagi lebih dari 2.400 penduduk ini, meluncurkan inisiatif untuk beralih dari batu bara ke listrik untuk pemanas ruangan pada musim dingin.Lebih dari sepertiga rumah tangga di pulau itu beralih ke penggunaan listrik untuk pemanas ruangan pada musim dingin."Tagihannya (untuk pemanas listrik) lebih rendah (dari batu bara), sekitar 100 yuan per bulan. (Pemanas listrik) juga jauh lebih ramah lingkungan," ujar Chen Gaofeng, penduduk Pulau Lingshan.Sementara itu, pejabat Cagar alam Pulau Lingshan, Liu Zhuangle, mengatakan, "Selanjutnya, kami berencana memasang pemanas energi baru di setiap rumah tangga. Kami ingin pulau ini menjadi lebih indah, lebih baik, dan bar oksigen alami."Transformasi hijau pulau ini memberikan dorongan signifikan bagi pariwisata, menguntungkan masyarakat setempat dengan menciptakan peluang bagi mereka untuk mendapatkan penghasilan dari industri ini."Kami berencana memperbarui homestay kami, tidak hanya soal fasilitas perangkat kerasnya, tetapi juga kualitas layanan, untuk menarik lebih banyak wisatawan ke Pulau Lingshan. Pulau negatif karbon ini membawa manfaat nyata bagi kami," ujar Wang Huajuan, pemilik homestay di Pulau Lingshan.Hingga saat ini, sebanyak 165 homestay dan dua lokasi budi daya perairan telah dibangun di pulau itu. Disposable income per kapita penduduk setempat meningkat menjadi lebih dari 30.000 yuan dari 22.000 yuan pada 2018.*1 yuan = 2.091 rupiahKoresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Qingdao, ChinaBagikan
Komentar
Berita Terkait

Feature – Dokter Gaza rawat anak-anak korban perang meski cacat akibat serangan udara Israel
Indonesia
•
14 Jan 2025

Gangguan mental Gen Z pasca-COVID di AS naik jadi 42 persen
Indonesia
•
09 Nov 2022

Feature – TCM genjot perkembangan pengobatan tradisional Indonesia
Indonesia
•
27 Jul 2025

Lowongan guru meningkat, sekolah-sekolah di AS pekerjakan guru di bawah kualifikasi
Indonesia
•
27 Aug 2023
Berita Terbaru

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026

Sri Lanka pertimbangkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur
Indonesia
•
28 Jan 2026

30.000 lebih pekerja layanan kesehatan gelar aksi mogok kerja di California, AS
Indonesia
•
27 Jan 2026
