
Putin sebut pengembangan triad nuklir tetap jadi "prioritas mutlak" bagi Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin pertemuan dengan para anggota Dewan Keamanan di Kremlin di Moskow, Rusia, pada 23 Agustus 2019. (Xinhua/Sputnik)
Triad nuklir berfungsi sebagai jaminan keamanan Rusia dan memungkinkan pemeliharaan yang efektif terhadap deterens strategis serta keseimbangan kekuatan di dunia.
Moskow, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Pengembangan triad nuklir "tetap menjadi prioritas mutlak" bagi Rusia, demikian disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pidato via video di Hari Pembela Tanah Air (Defender of the Fatherland Day) pada Senin (23/2).
Triad nuklir berfungsi sebagai jaminan keamanan Rusia dan memungkinkan pemeliharaan yang efektif terhadap deterens strategis serta keseimbangan kekuatan di dunia, kata Putin.
Putin menekankan bahwa Rusia akan meningkatkan potensi angkatan bersenjatanya dan memperbaiki kesiapan tempur, mobilitas, serta kemampuan mereka untuk beroperasi di bawah kondisi paling kompleks.
Dia juga berjanji akan mempercepat laju penelitian dan pengembangan (litbang) senjata serta peralatan canggih bagi angkatan bersenjata guna memastikan senjata dan peralatannya berada di tangan yang dapat diandalkan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China: Laporan IAEA bukan "lampu hijau" bagi pembuangan air limbah nuklir Jepang
Indonesia
•
06 Jul 2023

Lebih 30.000 salinan Al-Qur'an dibagikan kepada jamaah Masjidil Haram
Indonesia
•
26 Apr 2022

Axios: 20 tahun berlalu, mayoritas warga AS sebut invasi Irak adalah keputusan yang salah
Indonesia
•
24 Mar 2023

AS hapus syarat tes COVID-19 untuk pelaku perjalanan internasional
Indonesia
•
11 Jun 2022


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
