
Ratusan siswa belajar bahasa Mandarin di China Space Masjid Istiqlal Jakarta

Masjid Istiqlal di Jakarta. (Mosquegrapher on Unsplash)
Kelas bahasa Mandarin di China Space merupakan program kerja sama antara The Voice of Istiqlal (The Voist), Kedutaan Besar China untuk Indonesia, dan Pusat Bahasa Mandarin (Institut Konfusius) Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI). Program ini telah berlangsung lima kali, dengan satu periode pembelajaran yang biasanya berlangsung selama tiga bulan dan diikuti oleh puluhan siswa.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Sejak diresmikan pada September 2024, China Space yang berlokasi di Masjid Istiqlal, Jakarta, telah menjadi tempat bagi ratusan siswa dari berbagai kalangan usia dan latar belakang untuk mulai belajar bahasa Mandarin. Antusiasme publik terhadap program ini terus meningkat seiring menguatnya popularitas pembelajaran bahasa Mandarin di Indonesia.
Kelas bahasa Mandarin di China Space merupakan program kerja sama antara The Voice of Istiqlal (The Voist), Kedutaan Besar China untuk Indonesia, dan Pusat Bahasa Mandarin (Institut Konfusius) Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI). Program ini telah berlangsung lima kali, dengan satu periode pembelajaran yang biasanya berlangsung selama tiga bulan dan diikuti oleh puluhan siswa.
"Peradaban China berperan penting dalam berbagai bidang pengetahuan, mulai dari kedokteran hingga teknologi, dan untuk mempelajari hal tersebut, kemampuan bahasa Mandarin menjadi semakin penting," ujar Mulyono Lodji, direktur The Voice of Istiqlal, dalam acara ‘Mandarin Language Seminar’ di China Space pada Selasa (20/1).
Perwakilan Kedutaan Besar China untuk Indonesia yang hadir dalam seminar tersebut mengatakan akan terus memberikan dukungan bagi berbagai kegiatan di China Space, termasuk dengan mengundang lebih banyak alumni pelatihan bahasa Mandarin untuk berkunjung ke China. Tahun ini, China Space berencana kembali memberangkatkan sejumlah alumni pelatihan ke China guna mengenal budaya lokal lebih dalam.
Uki, salah satu peserta yang telah mengikuti pelatihan selama dua bulan terakhir, menargetkan dapat memperoleh sertifikat HSK level 1 setelah pelatihan selesai bulan depan.
Menurutnya, salah satu keunggulan pelatihan ini dibandingkan dengan pelatihan bahasa Mandarin lain yang pernah dia ikuti sebelumnya adalah pengajarnya yang merupakan penutur asli dari China. "Dengan diajar langsung oleh guru dari China, pengalaman belajar yang diperoleh terasa lebih nyata," ujarnya.
Mahasiswa tahun kedua di salah satu universitas di Jakarta itu menilai bahwa belajar bahasa Mandarin sangat penting bagi kariernya di masa depan. Terlebih, dia berencana bekerja di bidang teknologi dan bisnis, di mana peluang kerja saat ini banyak datang dari perusahaan-perusahaan China.
Minat mempelajari bahasa Mandarin di Indonesia secara umum terus menunjukkan tren peningkatan, yang tecermin dari semakin banyaknya perguruan tinggi yang membuka program studi bahasa Mandarin. Feri Ansori, direktur Pusat Bahasa Mandarin UAI, menyebut setidaknya terdapat 30 universitas di Indonesia yang menyediakan program bahasa Mandarin. Sementara itu, jumlah Pusat Bahasa Mandarin di Indonesia juga terus bertambah dan saat ini mencapai 10 lokasi yang tersebar di berbagai universitas di hampir seluruh pulau utama Indonesia.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Belajar Bahasa Mandarin buka peluang lebih luas bagi pelajar di Purwokerto, Jawa Tengah
Indonesia
•
20 May 2025

Presiden China balas surat dari perwakilan seniman Arab terkemuka
Indonesia
•
05 Apr 2023

UA luncurkan kampanye untuk genjot akses pendidikan bagi anak perempuan di seluruh Afrika
Indonesia
•
23 Feb 2024

Alam dan manusia buat AS duduki posisi teratas dalam bencana cuaca ekstrem global
Indonesia
•
07 Apr 2023


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
