
Sejumlah senator Demokrat di Senat AS ajukan resolusi serukan pengakuan AS atas Negara Palestina

Foto yang diabadikan pada 3 Juli 2025 ini menunjukkan gedung Capitol di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Hu Yousong)
Resolusi yang menyerukan pengakuan AS atas negara Palestina yang didemiliterisasi mendesak Hamas untuk melucuti senjata dan membebaskan sandera, serta mendesak Israel untuk mengakhiri konflik dan menghentikan perluasan permukiman.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Sejumlah anggota Senat Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat pada Kamis (18/9), untuk pertama kalinya dalam sejarah Senat AS, mengajukan resolusi yang menyerukan pengakuan AS atas negara Palestina yang didemiliterisasi.Resolusi tidak mengikat tersebut mendesak Hamas untuk melucuti senjata dan membebaskan sandera, serta mendesak Israel untuk mengakhiri konflik dan menghentikan perluasan permukiman.Menghadapi rintangan yang panjang, resolusi tersebut tidak mendapatkan dukungan dari anggota Partai Republik di Senat yang dikuasai partai berjuluk Grand Old Party (GOP) itu.Para pendukung mengatakan resolusi tersebut mengirimkan pesan yang bermakna setelah beberapa sekutu AS siap untuk mengakui negara Palestina di sidang Majelis Umum PBB (United Nations General Assembly/UNGA). Mereka berharap resolusi ini dapat memberikan tekanan lebih besar kepada pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mengatasi krisis kemanusiaan di Gaza."Pengakuan negara Palestina bukan hanya langkah praktis yang dapat diambil AS untuk membantu membangun masa depan di mana warga Palestina dan Israel dapat hidup merdeka, bermartabat, dan aman, melainkan juga merupakan hal yang benar untuk dilakukan. Amerika memiliki tanggung jawab untuk memimpin, dan waktunya bertindak adalah sekarang," ujar Senator Jeff Merkley, yang memimpin upaya tersebut, dalam sebuah pernyataan pada Kamis tersebut."Namun, fondasi perdamaian dan kesejahteraan di masa depan, dan satu-satunya jalan yang layak untuk itu adalah dua negara untuk dua bangsa," ujar senator Oregon tersebut. Dia juga memperingatkan bahwa kebijakan dan aksi militer Israel saat ini di Gaza akan menghasilkan "visi yang buruk" bagi warga Israel maupun Palestina.Langkah ini menyusul tuduhan senator independen Bernie Sanders pada Rabu (17/9) bahwa Israel sedang melakukan "genosida" di Gaza."Selama dua tahun terakhir, Israel tidak hanya membela diri melawan Hamas. Sebaliknya, Israel melancarkan perang habis-habisan terhadap seluruh rakyat Palestina," tulis Sanders dalam pernyataan berjudul "Ini Genosida", yang mengutip kesimpulan para ahli hukum. Israel telah membantah tuduhan tersebut.Penyelamat hidup terakhir yang masih tersisa bagi warga sipil sedang memburuk di Gaza City di tengah operasi militer Israel, yang telah menyebabkan banyak sekali korban jiwa, kerusakan, dan restriksi yang lebih ketat terhadap upaya kemanusiaan, kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada Kamis (18/9).Jumlah warga Palestina yang tewas oleh tentara Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah melampaui 65.000 jiwa, lapor otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza pada Rabu (17/9).Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol divonis 30 tahun penjara dalam kasus pengkhianatan negara
Indonesia
•
13 Jun 2026

PM Hongaria peringatkan rencana UE akui Ukraina pada 2030 berpotensi picu perang dengan Rusia
Indonesia
•
09 Dec 2025

Arab Saudi umumkan pendirian kota nirlaba pertama di dunia
Indonesia
•
15 Nov 2021

Presiden Xi sebut hubungan China-RRDK hadapi peluang dan misi baru
Indonesia
•
08 Jun 2026


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
