Aljazair peringati 71 tahun Revolusi Nasional, perkuat hubungan dengan Indonesia dan ASEAN

Revolusi Nasional Aljazair

Duta Besar Aljazair untuk Indonesia, Ousmane Abdelouahab, menyampaikan sambutan dalam resepsi diplomatik, memperingati Hari Nasional Aljazair di Jakarta, Senin (3/11/2025). (Indonesia Window)

Revolusi Nasional Aljazair pada 71 tahun silam ternyata memiliki hubungan erat dengan Indonesia, terutama saat Presiden Soekarno mengundang perwakilan Front Pembebasan Nasional (FLN) Aljazair untuk menghadiri Konferensi Asia–Afrika di Bandung pada 1955.

Jakarta (Indonesia Window) — Perjalanan sejarah Revolusi Nasional Aljazair pada 71 tahun silam ternyata memiliki hubungan erat dengan Indonesia, terutama saat  Presiden Soekarno mengundang perwakilan Front Pembebasan Nasional (FLN) Aljazair untuk menghadiri Konferensi Asia–Afrika di Bandung pada 1955.

Hal tersebut diungkapkan oleh Duta Besar Aljazair untuk Indonesia, Ousmane Abdelouahab, saat menyampaikan sambutan dalam resepsi diplomatik, memperingati Hari Nasional Aljazair di Jakarta, Senin (3/11).

Dia menegaskan makna bersejarah Revolusi Aljazair yang dimulai pada 1 November 1954, sebagai simbol perjuangan rakyat Aljazair dalam merebut kemerdekaan, kebebasan, dan martabat bangsa.

“Setelah perjuangan panjang dan pengorbanan besar, rakyat Aljazair berhasil merebut kembali kemerdekaannya dan memulihkan kedaulatan di seluruh wilayah nasional,” ujar Dubes Ousmane.

Acara peringatan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Investasi dan Industri Hilir Rosan Perkasa Roeslani serta Menteri Haji dan Umroh Mochamad Irfan Yusuf, yang mewakili Pemerintah Indonesia, bersama para anggota parlemen, duta besar, dan kepala perwakilan asing lainnya.

Dalam kesempatan itu, Duta Besar Ousmane menyoroti upaya Aljazair di bawah kepemimpinan Presiden Abdelmadjid Tebboune untuk membangun perekonomian yang kuat dan terdiversifikasi. Negara tersebut terus mengurangi ketergantungan pada sektor hidrokarbon dan mengembangkan potensi besar di bidang energi, pertambangan, pertanian, dan industri.

Dia menambahkan bahwa kebijakan luar negeri Aljazair, yang berakar pada nilai-nilai revolusioner, tetap berpegang pada prinsip penghormatan terhadap hukum internasional, kerja sama multilateral, serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Aljazair berkomitmen untuk memperkuat perdamaian dan keamanan internasional serta mendukung perjuangan atas berbagai isu keadilan global.

Kemitraan dengan ASEAN dan Indonesia

Pada Juli 2025, Aljazair secara resmi menandatangani Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama (Treaty of Amity and Cooperation/TAC) di Kuala Lumpur, menandai langkah penting dalam pembentukan hubungan kelembagaan antara Aljazair dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

“Penandatanganan ini merupakan peluncuran resmi kemitraan antara Aljazair dan ASEAN, sejalan dengan visi Presiden Tebboune untuk memperkuat hubungan dengan blok-blok besar di Asia,” kata Dubes Ousmane.

Kerja sama bilateral antara Aljazair dan Indonesia, yang telah terjalin sejak 1963, terus berkembang pesat. Pada Oktober 2025, Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Anis Matta melakukan kunjungan kerja ke Aljir untuk membahas peluang kolaborasi di bidang perdagangan, energi, dan industri.

Dubes Ousmane juga mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan besar Indonesia, termasuk Pertamina dan Pupuk Indonesia, menunjukkan minat kuat untuk berinvestasi di Aljazair. Sebaliknya, Aljazair memandang Indonesia sebagai mitra ekonomi potensial dan menarik bagi pengembangan investasi asing.

Menutup sambutannya, Dubes Ousmane menyampaikan apresiasi kepada komunitas Aljazair di Indonesia, dan mendorong mereka untuk terus menjadi jembatan persahabatan dan kerja sama antara kedua negara.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait