
Kedubes Iran sebut terbunuhnya Sekjen Hizbullah Nasrallah ancam perdamaian dan keamanan dunia

Tim penyelamat bekerja di lokasi serangan Israel di Beirut, Lebanon, pada 21 September 2024. Sedikitnya 31 orang, termasuk tiga anak dan tujuh perempuan, tewas dalam serangan Israel di Beirut pada Jumat (20/9), seperti dikatakan Menteri Kesehatan Masyarakat Lebanon Firass Abiad pada Sabtu (21/9). (Xinhua/Bilal Jawich)
Rezim teroris Israel kembali menunjukkan wajah jahatnya dengan serangan roket menggunakan bom bunker-buster seberat 5.000 pon yang diberikan oleh Amerika Serikat, ke daerah permukiman di Lebanon Selatan, yang menewaskan Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah.
Jakarta (Indonesia Window) – Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta dalam pernyataan pers tertulisnya menyebutkan bahwa terbunuhnya Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah, menjadi ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan regional dan internasional.Rezim teroris Israel kembali menunjukkan wajah jahatnya kepada dunia, kejahatan mereka adalah serangan roket ke daerah permukiman di Lebanon Selatan dan pembunuhan Sayyed Hassan Nasrallah, Sekretaris Jenderal Hizbullah, pada 28 September 2024, dengan menggunakan bom bunker-buster seberat 5.000 pon yang diberikan oleh Amerika Serikat, sebut pernyataan pers tertulis dari Kedubes Iran yang diterima di Jakarta, Selasa.Pernyataan itu menyebutkan, perintah pembunuhan tersebut dikeluarkan beberapa menit setelah pidato palsu yang disampaikan Benjamin Netanyahu, perdana menteri kejam dan penjahat dari rezim zionis, pada sesi ke-79 Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat.“Pelanggaran berulang terhadap hukum dan konvensi internasional, bersama dengan tindakan keji yang dilakukan, membuat kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan rezim zionis semakin mencolok.”Sebelum peristiwa tersebut, “Sebelas bulan setelah eskalasi serangan rezim zionis Israel terhadap Gaza, yang menyebabkan pembunuhan perempuan dan anak-anak Palestina yang tertindas, pelanggaran berulang terhadap hukum kemanusiaan internasional, dan blokade bantuan kemanusiaan ke Gaza, masih terjadi.Menurut pernyataan itu, rezim zionis telah melanggar Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik dengan menyerang konsulat Republik Islam Iran di Damaskus, Suriah, menodai kedaulatan nasional Republik Islam Iran, dan membunuh Kepala Biro Politik Hamas, di Teheran, Syahid Ismail Haniyeh.Hal itu menunjukkan upaya putus asa rezim tersebut untuk mengubah peta geopolitik Asia Barat demi kepentingannya dan mencapai impian lama mereka, yaitu “menguasai wilayah dari Sungai Nil hingga Sungai Efrat”.“Impian ini telah mereka upayakan selama 76 tahun terakhir dengan berbagai cara, termasuk genosida terhadap warga Palestina, serangan berulang ke Gaza dan Lebanon, pembunuhan pemimpin perlawanan, serta operasi teroris di negara-negara lain.”Tindakan ini tidak hanya melanggar prinsip dan norma hukum internasional serta Piagam PBB, akan tetapi juga menjadi ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan regional maupun internasional, sebut pernyataan dari Kedubes Iran.Tanggung jawab utama Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanan adalah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menjaga perdamaian dan keamanan regional serta internasional.“Namun, tanggung jawab ini sering diabaikan karena dukungan tanpa syarat dari Amerika Serikat dan beberapa negara Barat terhadap kejahatan rezim zionis.”Rezim Zionis Israel, yang didukung penuh oleh Amerika Serikat, terus melakukan kejahatannya di Lebanon Selatan.“Republik Islam Iran, dengan tegas, mengutuk tindakan agresif dan kriminal rezim Zionis dalam menyerang Lebanon Selatan dan pembunuhan Sekretaris Jenderal Hizbullah.”“Kami juga menegaskan tanggung jawab penuh dari pemerintah Amerika Serikat sebagai pendukung dan mitra dalam kejahatan internasional dan tindakan teroris rezim Zionis.”“Kami menyerukan kepada negara-negara dan organisasi internasional untuk mengambil langkah politik, hukum, dan memberikan sanksi yang diperlukan terhadap rezim pemberontak dan penjajah yang haus darah ini.”Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Menlu China: Penerimaan segera Palestina sebagai anggota PBB jadi langkah untuk koreksi ketidakadilan historis
Indonesia
•
23 Apr 2024

Raja Salman kecam serangan Florida
Indonesia
•
07 Dec 2019

Penduduk Saudi berusia 70 tahun dapat menunaikan umroh
Indonesia
•
18 Mar 2021

Xi Jinping tekankan praktik Konstitusi China di era baru (Bagian 2 - selesai)
Indonesia
•
20 Dec 2022


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
