
Lebih dari 15 juta anak putus sekolah akibat konflik di Sudan

Foto yang diabadikan menggunakan ponsel ini menunjukkan Sub-Saharan College yang rusak akibat serangan artileri di El Fasher di Negara Bagian Darfur Utara, Sudan barat, pada 26 Agustus 2024. (Xinhua/Kementerian Kesehatan Negara Bagian Darfur Utara)
Save the Children melaporkan lebih dari 2,8 juta anak di bawah usia lima tahun (balita) menghadapi kondisi kemanusiaan yang memprihatinkan, seiring konflik terus berlanjut di Sudan.
Port Sudan, Sudan (Xinhua/Indonesia Window) – Lebih dari 15 juta anak di Sudan putus sekolah akibat konflik yang sedang berlangsung di negara itu, demikian disampaikan Dewan Kesejahteraan Anak Nasional (National Council for Child Welfare/NCCW) Sudan pada Selasa (12/11)."Lebih dari 15 juta anak putus sekolah," kata Abdul Qadir Abdullah Abu, sekretaris jenderal dewan tersebut, dalam konferensi pers di Port Sudan, ibu kota Negara Bagian Laut Merah.Abu menuding Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF) telah melakukan pelanggaran sistematis terhadap anak-anak, menyatakan "milisi" tersebut telah menculik lebih dari 2.500 anak. Dia menambahkan bahwa hampir 3.000 anak telah tewas selama mengungsi, dan RSF telah merekrut lebih dari 8.000 anak untuk ikut terlibat dalam pertempuran.Lebih lanjut dikatakan Abu bahwa anak-anak adalah kelompok yang "paling rentan" dan membutuhkan mekanisme perlindungan.Pada 30 Oktober, organisasi nirlaba Save the Children melaporkan lebih dari 2,8 juta anak di bawah usia lima tahun (balita) menghadapi kondisi kemanusiaan yang memprihatinkan, seiring konflik terus berlanjut di Sudan. Menurut laporan tersebut, anak-anak mencakup lebih dari separuh dari total 11 juta pengungsi di negara itu, dengan banyak di antaranya tinggal di kamp, permukiman informal, sekolah yang kelebihan kapasitas, atau bangunan-bangunan publik.
Foto yang diabadikan pada 28 Oktober 2024 ini menunjukkan barang-barang yang berserakan di sebuah jalan di Kota Bahri, sebelah utara Khartoum, Sudan. Organisasi Internasional untuk Migrasi (International Organization for Migration/IOM) pada Selasa (29/10) mengumumkan bahwa lebih dari 14 juta orang telah meninggalkan rumah mereka sejak pecahnya konflik di Sudan, yang masih berlangsung hingga saat ini. (Xinhua/Mohamed Khidir)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Lebih dari 40 persen warga AS yakin perang saudara mungkin terjadi dalam 10 tahun mendatang
Indonesia
•
02 Sep 2022

Greenpeace nilai pembangunan pembangkit batu bara China 8,63 GW ancam iklim
Indonesia
•
21 Jul 2022

Pakar serukan kerja sama kesehatan global untuk atasi risiko dan tantangan kesehatan
Indonesia
•
17 Jul 2024

Monsun timur laut kemungkinan berlanjut hingga 2026, Singapura keluarkan imbauan keselamatan
Indonesia
•
06 Dec 2025


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
