UE tangguhkan tarif 93 miliar euro atas produk AS, terlepas dari beda pendapat anggotanya

sebagian besar impor UE

Foto yang diabadikan pada 23 Mei 2025 ini menunjukkan bendera Uni Eropa (UE) di markas besar Komisi Eropa di Brussel, Belgia. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 23 Mei 2025 mengancam akan mengenakan pajak 50 persen atas semua impor dari UE serta tarif 25 persen atas produk Apple kecuali iPhone diproduksi di AS. (Xinhua/Zhao Dingzhe)

Sebagian besar impor UE ke AS akan dikenakan tarif 15 persen, sementara blok tersebut berjanji untuk membeli lebih banyak produk energi AS dan meningkatkan investasi di pasar AS.

Brussel, Belgia (Xinhua/Indonesia Window) – Komisi Eropa pada Selasa (5/8) secara resmi menangguhkan tarif balasan yang rencananya akan diberlakukan atas impor Amerika Serikat (AS) senilai 93 miliar euro atau sekitar 108 miliar dolar AS, hanya beberapa hari sebelum tarif tersebut dijadwalkan berlaku.

*1 euro = 18.922 rupiah

**1 dolar AS = 16.388 rupiah

Juru bicara perdagangan Komisi Eropa, Olof Gill, mengatakan keputusan tersebut diambil melalui prosedur darurat dan masih memerlukan persetujuan resmi dari mayoritas negara-negara anggota dalam kurun waktu dua minggu. Tarif tersebut sebelumnya dijadwalkan mulai berlaku pada 7 Agustus.

"Komisi telah mengadopsi prosedur hukum yang diperlukan untuk menangguhkan implementasi tindakan balasan UE," kata Gill dalam konferensi pers di Brussel, seraya menambahkan bahwa peraturan tersebut akan diterbitkan di jurnal resmi UE pada hari yang sama.

Sebelum pengumuman ini, gelombang kritik semakin menguat dari sejumlah negara anggota utama, termasuk Prancis dan Jerman. Wakil Kanselir sekaligus Menteri Keuangan Jerman Lars Klingbeil mengungkapkan kekecewaannya terhadap apa yang dia gambarkan sebagai sikap negosiasi UE yang "lemah" dalam pembicaraan perdagangan dengan AS.

"Saya rasa kita terlalu lemah. Kita tidak bisa puas dengan hasil yang dicapai," kata Klingbeil, merujuk pada kesepakatan yang dicapai akhir bulan lalu antara Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden AS Donald Trump.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, sebagian besar impor UE ke AS akan dikenakan tarif 15 persen, sementara blok tersebut berjanji untuk membeli lebih banyak produk energi AS dan meningkatkan investasi di pasar AS.

Gill mengungkapkan keterkejutannya atas pernyataan Klingbeil, menyatakan bahwa negara-negara anggota telah "sepenuhnya diberi pengarahan" dan mendukung hasil negosiasi untuk menghindari eskalasi tarif.

Juru bicara tersebut mengatakan penangguhan akan tetap berlaku selama enam bulan, dan selama periode itu implementasi kesepakatan yang lebih luas akan terus berlanjut. Jika komitmen tidak dipenuhi, kata Gill, UE tetap berhak mengaktifkan kembali tindakan balasannya.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait