
Sekjen PBB desak upaya untuk sediakan hunian terjangkau bagi semua orang

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres (tengah, depan) berbicara pada Pertemuan Tahunan Para Menteri Luar Negeri Kelompok 77 dan China ke-46 di markas besar PBB di New York pada 23 September 2022. (Xinhua/Wang Ying)
Akses hunian terjangkau bagi semua orang menjadi titik tekan dalam pesan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada peringatan Hari Habitat Sedunia, yang tahun ini jatuh pada tanggal 3 Oktober.
PBB (Xinhua) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Senin (3/10) menyerukan upaya untuk menyediakan hunian terjangkau bagi semua orang."Kita butuh aksi yang lebih mendesak dan investasi yang lebih besar untuk menyediakan hunian terjangkau bagi semua orang, bersama akses terhadap listrik, air bersih, sanitasi, transportasi, dan layanan dasar lainnya," kata sekjen PBB itu dalam pesannya untuk Hari Habitat Sedunia, yang tahun ini jatuh pada tanggal 3 Oktober.Guterres mengungkapkan bahwa serangkaian tantangan, mulai dari kekacauan iklim dan konflik hingga COVID-19, sedang menghantam populasi yang paling rentan, sementara urbanisasi yang cepat dan tidak terencana kian memperburuk tantangan-tantangan tersebut.Dia menyebutkan bahwa lebih dari 1 miliar penduduk dunia tinggal di permukiman yang terlalu padat dengan kondisi hunian yang tidak layak, dan jumlahnya "meningkat setiap hari.""Tidak meninggalkan siapa pun adalah janji inti dari Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan," kata Guterres. "Ini berarti menjadikan kota ramah bagi perempuan dan anak-anak, menutup kesenjangan antara si kaya dan si miskin, di dalam dan antara wilayah perkotaan dan pedesaan, maupun di dalam dan antara kawasan maju dan berkembang.""Kota dan permukiman manusia yang inklusif, aman, kokoh, dan berkelanjutan sangatlah penting, dan aksi lokal menjadi kuncinya," kata sang sekjen menekankan.Hari Habitat Sedunia diperingati pada Senin pertama di bulan Oktober setiap tahun, dan ditetapkan oleh PBB untuk merenungkan berbagai keadaan di kota-kota besar maupun kecil, serta hak dasar semua orang atas tempat tinggal yang layak. Hari itu kali pertama dirayakan pada 1986 di Nairobi, Kenya, dengan tema ‘Shelter is my right’ atau 'Hunian adalah hak saya'.Tema tahun ini, ‘Mind the Gap. Leave No One and No Place Behind’, menyoroti "ketidaksetaraan yang melebar dalam berbagai kondisi kehidupan di seluruh dunia."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Air laut naik terus, warga Pasifik mengungsi
Indonesia
•
28 Sep 2025

Keluarga korban penembakan Uvalde tuntut kenaikan batas usia pembelian senjata
Indonesia
•
29 Aug 2022

Pemerintahan Trump cabut izin Harvard untuk terima mahasiswa asing baru
Indonesia
•
23 May 2025

Jumlah warga Palestina yang tewas di Gaza tembus 54.000 orang
Indonesia
•
28 May 2025


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026
