
Sentimen bisnis di Korsel terus memburuk pada Februari 2025

Polisi Korea Selatan (Korsel) terlihat berjaga di dekat kediaman kepresidenan di Seoul, Korsel, pada 15 Januari 2025. (Xinhua/Yao Qilin)
Sentimen bisnis di Korea Selatan (Korsel) terhadap situasi ekonomi terus memburuk bulan ini karena lesunya aktivitas nonmanufaktur.
Seoul, Korea Selatan (Xinhua/Indonesia Window) – Sentimen bisnis di Korea Selatan (Korsel) terhadap situasi ekonomi terus memburuk bulan ini karena lesunya aktivitas nonmanufaktur, tunjuk data bank sentral Korsel pada Jumat (21/2).Indeks sentimen bisnis komposit (composite business sentiment index/CBSI) di semua industri turun 0,6 poin dalam sebulan menjadi 85,3 pada Februari, berada dalam tren penurunan selama empat bulan beruntun, menurut Bank of Korea (BOK).Indeks tersebut turun dari angka 91,8 pada November tahun lalu menjadi 87,3 pada Desember ketika Presiden Yoon Suk-yeol yang dimakzulkan mengumumkan darurat militer yang dicabut oleh Majelis Nasional Korsel beberapa jam kemudian.Indeks itu masih berada di bawah rata-rata jangka panjang 100 di tengah ketidakpastian ekonomi yang terus berlanjut.CBSI di kalangan pelaku bisnis manufaktur bertambah 1,1 poin menjadi 90,1 pada Februari dibandingkan dengan bulan sebelumnya karena peningkatan ekspor di beberapa industri, seperti sektor pembuatan cip.Sementara itu, indeks tersebut untuk pelaku bisnis nonmanufaktur turun 1,9 poin menjadi 81,7 lantaran pasar perumahan yang lesu dan konsumsi swasta yang lemah.Hasil-hasil ini didasarkan pada survei terhadap 1.867 pelaku bisnis manufaktur dan 1.445 pelaku bisnis nonmanufaktur yang dilakukan pada 6 hingga 13 Februari.Para pelaku bisnis manufaktur menyebut permintaan domestik yang menurun, ketidakpastian ekonomi, dan bahan baku yang mahal sebagai hambatan utama dalam menjalankan bisnis, sementara pelaku bisnis nonmanufaktur menyebut penurunan permintaan domestik, situasi ekonomi yang tidak menentu, dan biaya tenaga kerja yang lebih tinggi.Indeks sentimen ekonomi (economic sentiment index/ESI), yang mencerminkan sentimen di kalangan para pelaku bisnis dan konsumen, tercatat di angka 90,2 pada Februari, naik 3,5 poin dari bulan sebelumnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

‘Output’ minyak mentah China pada kuartal I 2022 naik 4,4 persen
Indonesia
•
25 Apr 2022

Inflasi Inggris naik 2,3 persen pada Oktober 2024
Indonesia
•
22 Nov 2024

Pemerintah kembangkan “green fuel” di sentra kelapa sawit
Indonesia
•
20 Jul 2020

Produk UMKM Indonesia berpeluang masuk pasar Kanada
Indonesia
•
30 Jun 2020


Berita Terbaru

China targetkan 100.000 kendaraan berbasis sel bahan bakar per 2030
Indonesia
•
17 Mar 2026

Negara-Negara anggota Badan Energi Internasional di Kawasan Asia-Oseania akan "segera" lepas cadangan minyak darurat
Indonesia
•
17 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak di tengah konflik Timur Tengah
Indonesia
•
17 Mar 2026

Menteri Energi Inggris sebut penutupan Selat Hormuz rugikan ekonomi global
Indonesia
•
17 Mar 2026
