
Demi keselamatan di jalan raya, Singapura akan wajibkan sepeda motor baru dilengkapi rem antiterkunci

Orang-orang melintasi jalan di kawasan bisnis keuangan Singapura pada 14 April 2025. (Xinhua/Then Chih Wey)
Sistem rem antiterkunci membantu mengurangi risiko tergelincir dengan memodulasi tekanan rem dan menjaga stabilitas kendaraan dalam pengereman mendadak atau keras.
Singapura (Xinhua/Indonesia Window) – Singapura akan mewajibkan semua sepeda motor yang baru didaftarkan untuk dilengkapi dengan sistem rem antiterkunci (anti-lock braking system/ABS) mulai 1 April 2027, sebuah langkah yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan kendaraan dan jalan raya.Industri motor akan menjalani periode transisi selama 18 bulan untuk menghabiskan stok yang ada dan memperkenalkan model-model yang dilengkapi dengan ABS, ungkap Otoritas Transportasi Darat (Land Transport Authority/LTA) dalam pernyataannya pada Selasa (16/9).Sepeda motor yang saat ini tidak memiliki ABS tidak perlu dipasangi sistem itu. LTA menyebutkan bahwa per akhir 2024, sekitar separuh dari seluruh sepeda motor di Singapura sudah dilengkapi dengan ABS.ABS membantu mengurangi risiko tergelincir dengan memodulasi tekanan rem dan menjaga stabilitas kendaraan dalam pengereman mendadak atau keras.Menurut laporan tahunan Polisi Lalu Lintas Singapura pada 2024, jumlah kecelakaan fatal yang melibatkan pengendara sepeda motor di Singapura naik 20,8 persen dalam periode 2023-2024, sementara kasus kematian yang melibatkan pengendara sepeda motor dan pembonceng naik 25 persen.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Beijing promosikan diagnosis dan pengobatan hierarkis infeksi
Indonesia
•
06 Jan 2023

Ratusan ribu orang terdampak oleh kekeringan parah di Somalia
Indonesia
•
08 Aug 2025

385 orang masih hilang dalam kebakaran hutan di Pulau Maui, AS
Indonesia
•
06 Sep 2023

Hampir separuh remaja Amerika alami ‘cyberbullying’
Indonesia
•
17 Dec 2022


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
