
Sekjen PBB ingin kembali fokus pada solusi dua negara setelah krisis Gaza

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres berbicara dalam sebuah konferensi pers di markas besar PBB di New York City pada 6 November 2023. (Xinhua/Xie E)
Solusi dua negara menjadi visi masa depan di Gaza, berdasarkan prinsip-prinsip yang sebagian besar telah ditetapkan oleh masyarakat internasional.
PBB (Xinhua) – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Senin (20/11) memperkirakan bahwa Otoritas Palestina yang diperkuat akan memikul tanggung jawab di Gaza setelah krisis saat ini dan para pemain internasional akan berupaya mewujudkan solusi dua negara.Saat ditanya tentang visinya "untuk masa depan" di Gaza, Guterres mengatakan penting untuk mampu mengubah tragedi ini menjadi peluang untuk penyelesaian jangka panjang."Dan agar hal itu dapat terwujud, penting bahwa setelah perang, kita bergerak dengan tegas dan tak tergoyahkan menuju solusi dua negara," katanya."Saya percaya bahwa penting bagi Otoritas Palestina yang diperkuat untuk memikul tanggung jawab di Gaza. Saya memahami bahwa Otoritas Palestina tidak dapat menerima kehadiran tank Israel di Gaza, yang berarti masyarakat internasional perlu terlibat dalam masa transisi," katanya. "Saya tidak berpikir bahwa protektorat PBB di Gaza adalah sebuah solusi. Saya pikir kita memerlukan pendekatan multipemangku kepentingan dengan negara-negara yang berbeda, entitas-entitas yang berbeda, bekerja sama di dalam lingkupnya."Bagi Israel, Amerika Serikat adalah penjamin utama keamanannya. Bagi warga Palestina, negara-negara tetangga dan negara-negara Arab di kawasan tersebut sangatlah penting. Jadi, semua pihak perlu bersatu guna menciptakan kondisi yang baik untuk transisi, memungkinkan Otoritas Palestina yang diperkuat untuk memikul tanggung jawab di Gaza dan kemudian, berdasarkan hal itu, pada akhirnya bergerak dengan tekad yang kuat dan tak tergoyahkan menuju solusi dua negara berdasarkan prinsip-prinsip yang sebagian besar telah ditetapkan oleh masyarakat internasional, kata Guterres.Dia menekankan bahwa untuk jangka pendek, harus ada gencatan senjata kemanusiaan di Gaza."Kita harus melewati periode "sebelum" untuk mencapai periode "setelah". Periode "sebelum" tentunya membentuk kondisi dalam periode "setelah." Dan itulah alasan saya menekankan perlunya gencatan senjata kemanusiaan, akses bantuan kemanusiaan yang tidak dibatasi, pembebasan sandera, dan perlunya mengakhiri pelanggaran hukum humaniter internasional serta (perlunya) perlindungan terhadap warga sipil," katanya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Erdogan sebut Turkiye gelar pemilu 14 Mei, meski dalam pemulihan pascagempa
Indonesia
•
02 Mar 2023

Prefektur Yamanashi di Jepang pungut biaya masuk 2.000 yen dari para pendaki Gunung Fuji
Indonesia
•
06 Mar 2024

UE sepakati larangan sebagian besar minyak Rusia
Indonesia
•
31 May 2022

Xi Jinping uraikan visi China untuk kerja sama Asia-Pasifik
Indonesia
•
14 Nov 2023


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
