
Spesies baru tumbuhan ‘firmoss’ ditemukan di China barat daya dengan potensi obati Alzheimer

Fotomikrograf kombo tanpa keterangan tanggal yang disediakan oleh Kebun Raya Tropis Xishuangbanna (Xishuangbanna Tropical Botanical Garden/XTBG) yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) ini menunjukkan rincian spesies 'firmoss' baru 'Huperzia crassifolia' yang ditemukan di Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xinhua/Guo Zhiyou)
Spesies firmoss baru telah ditemukan di China barat daya, yang ekstraknya terbukti efektif untuk pengobatan penyakit Alzheimer.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti dari Kebun Raya Tropis Xishuangbanna (Xishuangbanna Tropical Botanical Garden/XTBG) yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) menemukan spesies firmoss baru di China barat daya, yang ekstraknya terbukti efektif untuk pengobatan penyakit Alzheimer.Spesies baru itu, yang kemudian diberi nama Huperzia crassifolia, ditemukan dalam penelitian inventarisasi tanaman medis di Provinsi Guizhou, China barat daya, demikian menurut rilis pers CAS.Liu Hongmei, seorang associate researcher dari XTBG sekaligus salah satu anggota tim peneliti ini, mengatakan bahwa Huperzia, yang juga dikenal sebagai firmoss, memiliki sekitar 25 spesies dan sebagian besar tumbuh di daerah beriklim sedang dan beriklim dingin (boreal).Huperzia crassifolia yang baru ditemukan merupakan firmoss terestrial. Tumbuhan ini memiliki morfologi kasar seperti spesies Huperzia lainnya, tetapi dapat dengan mudah dibedakan dari teksturnya yang lebih tebal dan sirip daunnya yang berbentuk lanset bundar, kata Liu kepada Xinhua pada Senin (9/9).Menurut Liu, Huperzine A, yakni zat yang ditemukan dalam tanaman firmoss, telah terbukti sangat efektif dalam pengobatan Alzheimer.Spesies baru ini hanya diketahui tumbuh di Guizhou, Hubei, Hunan, dan Chongqing di China, serta sering berakar di tanah yang kaya humus di hutan berdaun lebar pada ketinggian 1.100-1.900 meter di atas permukaan laut dengan populasi yang sangat kecil di setiap lokasi, urai Liu."Jika orang tahu nilai khasiatnya, Huperzia crassifolia dapat terancam diambil secara berlebihan. Kami untuk sementara mengusulkan status konservasinya sebagai terancam punah (Endangered/EN) sesuai dengan kategori dan kriteria Uni Internasional untuk Konservasi Alam (International Union for Conservation of Nature/IUCN)," papar Liu.Temuan ini telah dipublikasikan di dalam jurnal ilmiah PhytoKeys.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Dua kereta perang kuno ditemukan di luar Mausoleum Kaisar Qinshihuang
Indonesia
•
15 Jan 2026

Arab Saudi luncurkan merek kendaraan listrik pertama 'Ceer'
Indonesia
•
04 Nov 2022

Perusahaan swasta Rusia membuat kluster orbital untuk 510 satelit
Indonesia
•
21 Oct 2020

Arab Saudi beli 300 rudal Patriot senilai 3,05 miliar dolar AS
Indonesia
•
03 Aug 2022


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
