
Fokus Berita – Pemadaman listrik dan kelangkaan air landa Eropa di tengah gelombang panas berkepanjangan

Seorang ibu menyejukkan anaknya dengan air kolam di Fontana dei Leoni di Roma, Italia, pada 14 Juli 2024. (Xinhua/Li Jing)
Suhu tinggi di Eropa selatan dan timur diprediksi akan berlanjut, menyebabkan pasokan listrik dan air akan terus mengalami tekanan.
Brussel, Belgia (Xinhua) – Gelombang panas yang terjadi secara kontinu di Eropa selatan dan timur telah menyebabkan lonjakan permintaan dan pemadaman listrik. Meningkatnya penggunaan unit pendingin udara dan air dingin memberikan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada infrastruktur listrik dan air, menyebabkan banyak sistem mengalami kolaps dalam beberapa pekan terakhir.Menurut Layanan Perubahan Iklim Copernicus (Copernicus Climate Change Service) Uni Eropa (UE), Bumi mengalami hari terpanas yang pernah tercatat pada 22 Juli, dengan suhu rata-rata global harian mencapai rekor tertinggi baru yakni 17,16 derajat Celsius."Saat ini, kita berada dalam situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan seiring dengan iklim yang terus memanas, kita akan menyaksikan rekor-rekor baru yang akan dipecahkan dalam beberapa bulan dan tahun mendatang," ujar Carlo Buontempo, direktur layanan tersebut.Di Italia, kota-kota seperti Roma, Naples, dan Florence mencatatkan suhu yang mendekati rekor tertinggi, sementara Sardinia dan Sisilia menghadapi kondisi panas yang mencapai hingga 44 derajat Celsius. Negara itu sedang meningkatkan impor energi mengingat turunnya produksi tenaga air dan penggunaan pendingin udara yang melonjak, lapor media Italia.Malta, negara pulau di Mediterania, mengalami pemadaman listrik sehari penuh di beberapa daerah, dengan rusaknya jaringan distribusi listrik bawah tanah akibat cuaca yang sangat panas. Di Gzira, listrik padam selama hampir 40 jam hingga perbaikan dilakukan.
Sebuah layar menunjukkan suhu udara mencapai 43 derajat Celsius di sebuah taman di Bucharest, Rumania, pada 13 Juli 2024. (Xinhua/Cristian Cristel)
Seorang pria menyejukkan diri di depan sebuah kipas yang dipasang di sekitar Colosseum di Roma, Italia, pada 12 Juli 2024. (Xinhua/Alberto Lingria)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Tank-tank Israel terus menyerbu, warga gaza terdesak antara pilihan hidup atau mati
Indonesia
•
21 Sep 2025

Studi sebut hampir setengah dari seluruh air keran di AS terkontaminasi bahan kimia
Indonesia
•
24 Jul 2023

COVID-19 – Kanada setujui dosis ‘booster’ bivalen pertama
Indonesia
•
02 Sep 2022

CNN: Setidaknya 238.500 anak jadi yatim piatu akibat COVID-19 di AS
Indonesia
•
29 Mar 2023


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
