
Survei: Warga di ‘emerging Asia’ optimistis tentang masa depan pribadi dan negara

Para murid sekolah dasar (SD) diajari oleh seorang pembuat kue (patissier) saat mereka belajar membuat kue bulan di Distrik Yingze, Taiyuan, Provinsi Shanxi, China utara, pada 7 September 2022. (Xinhua)
Warga negara emerging Asia, termasuk China, India, dan Arab Saudi, jauh lebih optimistis tentang masa depan diri dan negara mereka, daripada penduduk di negara-negara berpenghasilan tinggi dan negara-negara Afrika.
New York City, AS (Xinhua) – Di saat penduduk di negara-negara berpenghasilan tinggi dan negara-negara Afrika memiliki pandangan negatif tentang masa depan pribadi dan negara mereka, warga di negara-negara emerging yang berada di Asia termasuk China, India, dan Arab Saudi, jauh lebih optimistis, menurut sebuah survei terbaru.Sebuah survei global terhadap 130.000 warga dari 13 negara, yang dilakukan oleh Future Investment Initiative (FII) Institute dalam kerja sama dengan pemimpin riset pasar Ipsos, juga mengungkap bahwa prioritas utama bagi sebagian besar orang adalah meningkatnya biaya hidup.Persentase peserta survei yang menyatakan hal tersebut lebih banyak dibandingkan mereka yang mengkhawatirkan kemiskinan dan kesenjangan sosial (peringkat ke-2), pengangguran (peringkat ke-3), pemanasan global (peringkat ke-7) atau COVID-19 (peringkat ke-8), menurut hasil survei yang diungkap dalam acara PRIORITY Summit FII Institute di New York City, yang mempertemukan sejumlah pembicara terkemuka dari seluruh dunia untuk membahas isu-isu mendesak dan menemukan solusi guna membantu para pemimpin dunia menangani prioritas warganya."Ini merupakan survei penting yang seharusnya menjadi peringatan serius bagi pemerintah di seluruh dunia," kata Richard Attias, CEO FII Institute. "Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa warga di lokasi mana pun sangat khawatir dengan meningkatnya biaya hidup. Kami memberi mereka peta untuk mengatasi masalah-masalah ini.""Misi kami di FII Institute adalah untuk mengidentifikasi berbagai tantangan global yang dihadapi umat manusia dan untuk menemukan solusi praktis guna membantu para pemimpin dan pengambil keputusan dalam mengatasinya. Itulah sebabnya kami menggelar PRIORITY Summit utama di New York pada pekan yang sama dengan penyelenggaraan pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)," ujar Attias dalam rilis pers.FII Institute akan menggelar acara unggulannya, Future Investment Initiative, di Riyadh, Arab Saudi pada 25-27 Oktober mendatang. Lebih dari 300 pembicara dan 5.000 delegasi diperkirakan akan berpartisipasi dalam acara tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

LSPR-Universitas Gunadarma kerja sama tingkatkan mutu lembaga
Indonesia
•
07 Jan 2022

COVID-19 – Pasien berusia 101 tahun di Xinjiang, China, pulih
Indonesia
•
11 Dec 2022

Feature – Kisah perjalanan ibu dan anak asal Indonesia raih harapan dan prestasi di China
Indonesia
•
22 Jul 2024

Produsen rokok elektrik Juul capai penyelesaian dengan 10.000 penggugat California
Indonesia
•
08 Dec 2022


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
