
TETO umumkan syarat pengajuan E-visa bagi WNI untuk bepergian ke Taiwan

Warga Negara Indonesia yang ingin menggunakan ‘E-visa’ (bebas visa bersyarat) untuk pergi ke Taiwan diwajibkan membawa paspor lama dan visa referensi. (TETO)
Syarat pengajuan E-visa Taiwan bagi WNI mewajibkan pemohon membawa paspor lama dan visa referensi.
Jakarta (Indonesia Window) – Dengan makin banyaknya Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjalankan bisnis, bekerja, dan berlibur ke Taiwan dengan mekanisme ‘Online Application for R.O.C. (Taiwan) Travel Authorization Certificate (TAC)’ yang disebut ‘E-visa’ atau bebas visa bersyarat, Kantor Perdagangan dan Ekonomi Taipei (Taipei Economy and Trade Office/TETO) mengumumkan syarat pengajuan visa tersebut.Pernyataan tertulis dari TETO yang diterima Indonesia Window di Jakarta, Senin, menyebutkan, penumpang atau warga Indonesia yang ingin menggunakan ‘E-visa’ (bebas visa bersyarat) untuk pergi ke Taiwan diwajibkan membawa paspor lama dan visa referensi.Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan jika WNI memilih menggunakan ‘E-visa’ untuk bepergian ke Taiwan.- Bagi pemegang visa, resident card atau permanent resident card dari negara Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Schengen Uni Eropa, Australia, New Zealand, Jepang atau Korea yang telah habis masa berlakunya tidak boleh lebih dari 10 tahun;
- Bagi yang menggunakan visa Jepang atau Korea untuk dasar pengajuan E-visa, diwajibkan untuk melampirkan bukti riwayat masuk Jepang atau Korea yang tertera di dalam paspor.
- Bagi yang menggunakan visa elektronik Australia atau New Zealand untuk dasar pengajuan E-visa, diwajibkan visa elektronik tersebut masih dalam masa berlaku.
- Bagi yang menggunakan dokumen Taiwan untuk dasar pengajuan E-visa, tidak dapat menggunakan fasilitas ini apabila tipe visa tersebut adalah visa PMI (Pekerja Migran Indonesia) atau program Guanhong. (Program Guan Hong adalah program yang memberikan fasilitas kemudahan pengajuan visa bagi rombongan wisatawan berkualitas).
- Penumpang ingin menggunakan visa Jepang atau Korea sebagai dasar pengajuan E-visa, tetapi pada saat check in tidak dapat menunjukkan bukti bahwa sudah pernah menggunakan visa negara tersebut karena bukti riwayat berada di dalam paspor lama. Hal ini ini menyebabkan pemeriksaan tidak dapat dilakukan, sehingga penumpang tidak dapat masuk ke Taiwan.
- Sama halnya dengan keterangan di atas, penumpang yang telah menyiapkan visa Jepang atau Korea tetapi tidak dapat memperlihatkan bukti riwayat telah masuk ke negara tersebut, maka pengajuan E-visa akan ditolak karena tidak memenuhi persyaratan.
- Penumpang ingin menggunakan visa elektronik Australia atau New Zealand untuk masuk Taiwan, tetapi masa berlaku visa tersebut telah berakhir.
- Pada saat mengajukan E-visa penumpang memasukkan nama yang berbeda dengan nama yang tertera pada halaman data diri paspor.
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Harapan kepada Ketua Mahkamah Agung terpilih M Syarifuddin
Indonesia
•
06 Apr 2020

Perkuat kemitraan strategis, Indonesia-Australia tandatangani Traktat Keamanan Bersama
Indonesia
•
07 Feb 2026

Tajuk Xinhua: Jalur kereta buatan China berdayakan penduduk setempat (Bagian 1 dari 2)
Indonesia
•
09 Oct 2023

Sejarawan Banten optimistis KH Mas Abdurrahman jadi pahlawan nasional
Indonesia
•
29 Nov 2019


Berita Terbaru

Indonesia masuk zona merah kabut asap 2026, Agustus-September jadi periode paling berbahaya
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Herdman dan peta jalan baru timnas Indonesia: Mimpi ke Piala Dunia 2030 dimulai
Indonesia
•
21 Jun 2026

Feature – Mengapa orang Indonesia tetap demam Piala Dunia meski timnas tak bermain? Ini jawaban psikolog
Indonesia
•
21 Jun 2026

Jamu bakal punya pusat pengobatan modern, Indonesia gandeng China untuk mewujudkannya
Indonesia
•
20 Jun 2026
