
Tak perlu bangun instalasi baru, teknologi ini bisa hilangkan 90 persen mikroplastik dari air limbah

Warga terlihat berjalan-jalan di Melbourne, Victoria, Australia, pada 31 Agustus 2020. (Xinhua/Bai Xue)
Gelembung mikro memberikan daya apung untuk mengangkat partikel, sementara gelembung nano meningkatkan pelekatan dan agregasi partikel, sehingga meningkatkan efisiensi secara keseluruhan.
Melbourne, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti di Australia telah mengembangkan sebuah metode untuk menghilangkan lebih dari 90 persen mikroplastik dari air limbah menggunakan kombinasi gelembung mikro dan gelembung nano, menawarkan solusi praktis bagi masalah polusi global yang semakin meningkat.
Pendekatan gelembung ganda tersebut dapat diadopsi oleh instalasi pengolahan air limbah dengan mengoptimalkan kondisi operasional yang sudah ada seperti tekanan udara, waktu saturasi, dan ukuran gelembung, tanpa perubahan besar pada infrastruktur, menurut pernyataan dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) Australia yang dirilis pada Senin (6/7).
"Instalasi pengolahan air limbah merupakan jalur utama bagi mikroplastik karena partikel itu lolos dari proses filtrasi, sehingga menimbulkan risiko bagi ekosistem dan kesehatan manusia," ujar penulis utama studi itu, Associate Professor RMIT Biplob Pramanik.
Pendekatan tersebut meningkatkan flotasi udara terlarut, yaitu proses pengolahan yang umum di mana gelembung udara menempel pada kontaminan dan mengangkatnya ke permukaan untuk dihilangkan, kata para peneliti.
Lebih lanjut, mereka menekankan bahwa pengintegrasian gelembung mikro dan nano menghasilkan tingkat eliminasi mikroplastik yang jauh lebih tinggi dibandingkan sistem yang menggunakan satu jenis gelembung.
Gelembung mikro memberikan daya apung untuk mengangkat partikel, sementara gelembung nano meningkatkan pelekatan dan agregasi partikel, sehingga meningkatkan efisiensi secara keseluruhan, menurut studi itu.
Studi tersebut juga menunjukkan bahwa sistem itu tetap efektif dalam kondisi air limbah yang realistis. Bahan organik dan zat-zat seperti lemak, minyak, dan lemak sisa tidak menghambat kinerja dan, dalam beberapa kasus, meningkatkan eliminasi dengan mendorong penggumpalan mikroplastik.
Tim peneliti itu mengatakan penangkapan mikroplastik pada tahap pengolahan awal dapat mengurangi akumulasinya dalam lumpur limbah dan membatasi pelepasan ke lingkungan. Tim tersebut sedang mencari mitra industri untuk memvalidasi pendekatan itu dalam skala besar.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi: Sel kanker dapat merusak DNA sendiri saat tumbuh, berpotensi jadi target terapi
Indonesia
•
22 Jan 2026

Tim peneliti Australia kembangkan kulit manusia buatan lab yang punya sistem peredaran darah
Indonesia
•
23 Aug 2025

Huawei luncurkan ponsel lipat dan jam tangan pintar baru di Indonesia
Indonesia
•
06 Mar 2026

China akan dorong kemajuan ilmu antariksa pada lima tema
Indonesia
•
01 May 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
