Taliban larang perempuan kuliah picu kekhawatiran utusan PBB untuk Afghanistan

Beberapa perempuan terlihat bekerja di sebuah pabrik tenun karpet di Kabul, ibu kota Afghanistan, pada 24 Oktober 2022. (Xinhua/Saifurahman Safi)
Taliban larang perempuan kuliah picu kekhawatiran utusan PBB untuk Afghanistan, menyebut bahwa keputusan ini tidak hanya merugikan kaum perempuan namun juga untuk Afghanistan secara lebih luas.
PBB (Xinhua) – Utusan tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Afghanistan pada Selasa (20/12) mengatakan bahwa dirinya prihatin oleh keputusan Taliban yang melarang perempuan masuk universitas."Saya sangat prihatin dengan kabar yang diberitakan secara luas pagi ini bahwa Menteri Pendidikan Tinggi Taliban melarang perempuan masuk universitas. Ini tidak hanya merugikan kaum perempuan namun juga untuk Afghanistan secara lebih luas," kata Roza Otunbayeva, Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB sekaligus Kepala Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UN Assistance Mission in Afghanistan/UNAMA), dalam sebuah pernyataan. "Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, keputusan ini, jika benar, sangat menghancurkan."Berita tentang Taliban larang perempuan kuliah itu beredar saat Otunbayeva berada di New York, Amerika Serikat, untuk memberikan penjelasan mengenai situasi di Afghanistan kepada Dewan Keamanan.
Roza Otunbayeva (depan), Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sekaligus Kepala Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UN Assistance Mission in Afghanistan/UNAMA), berbicara pada pertemuan Dewan Keamanan di kantor pusat PBB di New York pada 20 Desember 2022. (Xinhua/UN Photo/Eskinder Debebe)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Fokus Berita – Hanya separuh anak muda yang benar-benar paham soal perubahan iklim
Indonesia
•
09 Dec 2023

Mengunjungi pabrik tua yang disulap jadi objek wisata populer di China tengah
Indonesia
•
08 Aug 2023

Menyulap gurun menjadi hutan: Cara China bantu dunia menuju penghijauan
Indonesia
•
13 Jun 2023

Pakar sebut keberhasilan CPC berkat kemampuannya beradaptasi
Indonesia
•
10 Oct 2022
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026

Sri Lanka pertimbangkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur
Indonesia
•
28 Jan 2026
