
Taman Safari Indonesia II Prigen sambut kelahiran empat anak harimau sumatera

Taman Safari Indonesia (TSI) II, Prigen – Pasuruan kembali mencatatkan keberhasilan dalam program konservasi satwa langka melalui kelahiran empat ekor anak harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) pada 23 Maret 2026. (Taman Safari Indonesia)
Harimau sumatera merupakan subspesies harimau terakhir yang dimiliki Indonesia dan saat ini berstatus Critically Endangered (Kritis) berdasarkan daftar merah IUCN (the International Union for Conservation of Nature/Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam).
Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) — Taman Safari Indonesia (TSI) II, Prigen – Pasuruan kembali mencatatkan keberhasilan dalam program konservasi satwa langka melalui kelahiran empat ekor anak harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) pada 23 Maret 2026.
Empat anak harimau tersebut lahir dari pasangan indukan Praja dan Dini, dengan komposisi tiga jantan dan satu betina (3.1).
Kelahiran tersebut telah tercatat secara resmi dalam Berita Acara Kelahiran Nomor: BA.534/K.2/SKWVI/KSA.03.02/B/5/2026.
Keberhasilan tersebut menjadi momen istimewa karena merupakan kelahiran kedua bagi indukan Dini, setelah sebelumnya berhasil melahirkan dua anak harimau sumatera bernama Isyana dan Aura.
Hal tersebut menunjukkan keberhasilan pengelolaan satwa dan program breeding (pembiakan) konservasi yang dilakukan secara berkelanjutan di TSI Prigen.
Harimau sumatera merupakan subspesies harimau terakhir yang dimiliki Indonesia dan saat ini berstatus Critically Endangered (kritis) berdasarkan daftar merah IUCN (the International Union for Conservation of Nature/Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam).
Populasinya di alam terus menghadapi berbagai ancaman seperti kehilangan habitat, konflik manusia dan satwa, serta perburuan ilegal.
Oleh karena itu, setiap kelahiran harimau sumatera menjadi harapan baru dalam upaya pelestarian spesies ini.
Kelahiran empat anak harimau ini tidak hanya menjadi pencapaian penting dalam program konservasi ex-situ, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keberlangsungan ekosistem hutan Indonesia sebagai habitat alami harimau sumatera.
Konservasi satwa tidak dapat dilakukan hanya oleh lembaga konservasi semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk masyarakat, pemerintah, dan dunia pendidikan.
Melalui momen ini, Taman Safari Indonesia II Prigen mengajak masyarakat untuk semakin peduli pada pelestarian satwa liar dan biodiversitas Indonesia.
Menjaga harimau sumatera berarti turut menjaga keseimbangan ekosistem hutan yang menjadi sumber kehidupan bagi banyak makhluk hidup.
Saat ini, indukan dan seluruh anak harimau berada dalam kondisi sehat dan terus dipantau secara intensif oleh tim dokter hewan serta animal keeper profesional untuk memastikan proses pertumbuhan berjalan optimal.
Taman Safari Indonesia II Prigen
Taman Safari Indonesia II Prigen (atau dikenal dengan The Grand Taman Sfaari Prigen) merupakan lembaga konservasi modern yang berkomitmen pada pelestarian satwa melalui program konservasi, edukasi, penelitian, dan pengembangbiakan satwa langka secara berkelanjutan.
Untuk informasi lebih lanjut:
Nama Narahubung : Eko Windarto
Nomor Telepon : +62812 9616 9230
Email : husbandry_manager_tsi2@tamansafari.com
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Indonesia terima bantuan 1.000 ventilator dari Australia
Indonesia
•
11 Jul 2021

RRDK kecam retorika G7 terkait program nuklirnya
Indonesia
•
18 Mar 2025

Korban meninggal dunia akibat gempa M7.7 NTT jadi 53 orang hingga 16 Agustus sore
Indonesia
•
16 Aug 2026

Presiden Prabowo deklarasikan swasembada pangan 2025
Indonesia
•
07 Jan 2026


Berita Terbaru

China-Indonesia perkuat diplomasi parlemen, kerja sama substantif jadi sasaran
Indonesia
•
21 Sep 2026

Pemerintah siapkan produksi E20 dalam dua tahun, tebu jadi sumber etanol
Indonesia
•
20 Sep 2026

ADB setujui 11,51 triliun rupiah untuk indonesia, fokus pada fiskal, digitalisasi, dan layanan publik
Indonesia
•
19 Sep 2026

Kemnaker bekali penyandang disabilitas keterampilan membuat jus sehat
Indonesia
•
18 Sep 2026
