
Tambahan 21 makam tanpa nama ditemukan dalam investigasi Pembantaian Ras Tulsa AS

Seorang wanita dengan tulisan Tulsa pada dahinya menghadiri acara peringatan 100 tahun Pembantaian Ras Tulsa 1921 di New York, Amerika Serikat, pada 31 Mei 2021. (Xinhua/Michael Nagle)
Pembantaian Ras Tulsa 1921 di Negara Bagian Oklahoma, Amerika Serikat menewaskan sedikitnya 300 warga kulit hitam dan pada hari-hari darurat militer setelahnya.
New York City, AS (Xinhua) – Tim peneliti menemukan tambahan 21 makam orang dewasa tanpa nama yang mungkin berkaitan dengan korban Pembantaian Ras Tulsa 1921 di Negara Bagian Oklahoma, Amerika Serikat (AS), demikian dilaporkan National Public Radio.Pejabat Kota Tulsa, Oklahoma, pada Senin (31/10) mengumumkan bahwa 17 makam orang dewasa ditemukan di sebuah situs penggalian di Pemakaman Oaklawn, sementara empat lainnya ditemukan pada Selasa (1/11), termasuk dua makam anak-anak, menurut laporan itu.Proyek ini merupakan bagian dari upaya bertahun-tahun Kota Tulsa untuk mendapatkan penghitungan yang akurat tentang jumlah korban tewas ketika massa kulit putih menghancurkan Distrik Greenwood yang makmur di Tulsa, tempat warga kulit hitam tinggal di bawah penerapan peraturan segregasi Jim Crow.Beberapa sejarawan memperkirakan sebanyak 300 warga kulit hitam tewas dalam serangan itu dan pada hari-hari darurat militer setelahnya. Hampir seluruh korban diyakini telah dimakamkan di sejumlah kuburan massal yang disetujui oleh otoritas kulit putih saat itu.Berdasarkan penerapan pembatasan sementara, anggota keluarga kulit hitam dari para korban tewas kabarnya dilarang menyaksikan proses pemakaman, karena mereka ditahan di bawah penjagaan bersenjata, jauh dari ibu, ayah, putra dan putri mereka yang telah meninggal.Catatan sejarah melacak pencetus kerusuhan hingga insiden antara seorang pria kulit hitam muda dan seorang wanita kulit putih di sebuah lift di pusat kota. Insiden tersebut terjadi tak lama setelah serentetan kerusuhan rasial yang melanda seluruh wilayah itu pada 1919.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemenang Nobel Rusia jual medali senilai 1,5 triliun rupiah untuk anak-anak Ukraina
Indonesia
•
21 Jun 2022

Putin dukung larangan nasional untuk penjualan vape di Rusia
Indonesia
•
08 Nov 2025

Kesenjangan rasial di AS terlihat dalam vaksinasi cacar monyet
Indonesia
•
31 Aug 2022

ECDC peringatkan lonjakan penyakit Legionnaire di Eropa
Indonesia
•
04 Jul 2023


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
