Tangga baja menuju desa di puncak tebing di China catat rekor Guinness

Foto dari udara yang diabadikan pada 23 November 2019 ini menunjukkan tangga baja yang dibangun di sebuah tebing di Desa Atulie'er, wilayah Zhaojue, Prefektur Otonom Etnis Yi Liangshan, Provinsi Sichuan, China barat daya. (Xinhua/Jiang Hongjing)
Tangga baja yang dibangun di pinggir tebing di wilayah Zhaojue, Provinsi Sichuan, China barat daya, memecahkan Rekor Dunia Guinness (Guinness World Record) sebagai tangga baja dengan rentang elevasi tertinggi di dunia.
Chengdu, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah tangga baja yang dibangun di pinggir tebing di wilayah Zhaojue, Provinsi Sichuan, China barat daya, memecahkan Rekor Dunia Guinness (Guinness World Record) sebagai tangga baja dengan rentang elevasi tertinggi di dunia, demikian disampaikan otoritas setempat pada Selasa (10/12).Dengan rentang elevasi 370,1 meter, tangga baja ini dibangun pada 2017 untuk menggantikan sebuah tangga rotan, yang dahulu merupakan satu-satunya jalur untuk memasuki dan meninggalkan Desa Atulie'er, yang dikenal sebagai ‘desa tebing’.Tebing-tebing yang mengelilingi desa ini memiliki ketinggian sekitar 800 meter, mengisolasi warga setempat dari dunia luar selama puluhan tahun.Sebelumnya, penduduk desa Atulie'er hidup dalam kemiskinan dan harus menggunakan serangkaian tangga rotan untuk memanjat tebing.Pada akhir tahun 2016, pemerintah setempat menginvestasikan lebih dari satu juta yuan (150.000 dolar AS) untuk membangun tangga baja dengan 2.556 anak tangga dan panjang hampir 3 kilometer, sehingga lebih aman bagi penduduk desa untuk memanjat dan menuruni tebing.Setelah tercakup oleh sinyal 5G, Desa Atulie'er menjadi lebih dikenal luas melalui tayangan streaming langsung dan dikunjungi semakin banyak wisatawan. Bahkan, tangga baja tersebut menjadi tempat wisata yang wajib dikunjungi.Desa di puncak tebing ini merupakan satu dari ratusan ribu desa di China yang berhasil memberantas kemiskinan. Pada 2020, setelah melancarkan upaya pengentasan kemiskinan selama delapan tahun, seluruh warga pedesaan yang hidup di bawah garis kemiskinan di China, yang berjumlah hampir 100 juta jiwa, telah berhasil bebas dari kemiskinan.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Monyet emas langka Guizhou di bawah perlindungan tingkat atas di China
Indonesia
•
09 Aug 2022

Kisah – Wanita Uganda ubah limbah pertanian jadi biofuel untuk selamatkan hutan
Indonesia
•
06 Jun 2024

Cape Town di Afrika Selatan jadi kota terbaik kedua di dunia versi Time Out
Indonesia
•
26 Jan 2024

Angka kematian akibat lakalantas di Australia capai level tertinggi dalam 7 tahun
Indonesia
•
24 Dec 2024
Berita Terbaru

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026

Sri Lanka pertimbangkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur
Indonesia
•
28 Jan 2026

30.000 lebih pekerja layanan kesehatan gelar aksi mogok kerja di California, AS
Indonesia
•
27 Jan 2026
