
Tanpa penjelasan, Jepang kirim peluncur rudal 1.000 km ke Kumamoto, pejabat daerah geram

Peserta membunyikan Lonceng Perdamaian dalam upacara peringatan untuk mengenang 80 tahun pengeboman atom di Hiroshima, Jepang, pada 6 Agustus 2025. (Xinhua/Jia Haocheng)
Peluncur untuk rudal permukaan ke kapal (surface-to-ship) Tipe 12 memiliki jangkauan yang diperluas hingga sekitar 1.000 kilometer dan mampu menyerang kapal di laut.
Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Sejumlah pejabat pemerintah daerah di Kumamoto, Jepang barat daya, pada Senin (9/3) menyampaikan protes setelah Kementerian Pertahanan Jepang mengirim sebuah peluncur rudal dan peralatan lainnya ke kamp Pasukan Bela Diri Darat di prefektur tersebut tanpa penjelasan sebelumnya, seperti dilansir media setempat.
Menurut Kyodo News, kementerian itu mengirim sebuah peluncur untuk rudal permukaan ke kapal (surface-to-ship) Tipe 12 yang telah ditingkatkan ke Kamp Kengun di Kota Kumamoto pada Senin pagi waktu setempat.
Rudal itu memiliki jangkauan yang diperluas hingga sekitar 1.000 kilometer dan mampu menyerang kapal di laut, serta target-target lainnya. Sistem tersebut dijadwalkan akan resmi ditempatkan pada akhir Maret, menurut laporan Kyodo News.
Takashi Kimura, gubernur Prefektur Kumamoto, mengatakan kepada wartawan pada Senin bahwa Kementerian Pertahanan Jepang menolak memberikan penjelasan ketika dimintai keterangan mengenai rencana penempatan tersebut. Sang pejabat menyebut respons itu "sangat disayangkan."
Sementara itu, Kazufumi Onishi, wali kota Kumamoto, juga mengatakan kepada media bahwa Kementerian Pertahanan Jepang tidak memberikan penjelasan sebelumnya terkait pengiriman peluncur itu, dan mengatakan kepercayaan kotanya terhadap kementerian tersebut "menurun drastis."
Saat kabar tentang langkah tersebut menyebar, kekhawatiran di kalangan warga setempat semakin meningkat, ujar sang wali kota, sembari mendesak pihak kementerian untuk menunjukkan rasa hormat yang semestinya kepada pemerintah daerah dan menangani dengan baik kekhawatiran warga.
Menurut beberapa laporan sebelumnya dari media Jepang, rencana penempatan itu telah lama menuai kritik, karena kekhawatiran lokasi penempatan berpotensi menjadi sasaran.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Yordania, Palestina, dan Mesir tegaskan tolak rencana Israel relokasi warga Palestina
Indonesia
•
11 Jan 2024

Tenggat waktu penarikan mendekat, tentara Israel berencana akan tetap berada di Lebanon Selatan
Indonesia
•
15 Feb 2025

Laporan Keamanan Munich peringatkan kehancuran tatanan internasional di tengah perubahan kebijakan AS
Indonesia
•
13 Feb 2026

Sekutu di udara: Jet Saudi mengawal pembom AS
Indonesia
•
01 Nov 2021


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
