Tantangan zaman makin kompleks, CONNECT 2026 hadirkan 'event' dakwah perspektif global

CONNECT 2026 digelar ke-4 kalinya, di ICE BSD, Kota Tangerang, Banten, pada 24-25 Januari 2026, menghadirkan empat pembicara internasional dan empat pembicara nasional. (Indonesia Window/Ronald Rangkayo)
CONNECT 2026 menghadirkan empat pembicara internasional, yakni Mufti Ismail Menk dari Zimbabwe, Syeikh Assim Al Hakeem dari Arab Saudi, Syeikh Wael Ibrahim dari Australia, dan Dr. Muhammad Salah dari Amerika Serikat. Sementara itu, pembicara nasional adalah Dr. Abduh Tuasikal, Dr. Khalid Basalamah, Ustadz Sidqi Zimah, dan Dr. Syafiq Basalamah.
Tangerang, Banten (Indonesia Window) - Dunia yang makin terbuka dan terhubung karena dukungan teknologi canggih turut berperan dalam menambah tekanan sosial, menciptakan gangguan serta kelelahan mental dan spiritual di kalangan masyarakat, terutama kaum muda
CEO The Strong Minor Project, Ratna Galih, menyebut kondisi tersebut "modern struggles", yang mendorongnya menggelar event CONNECT 2026 ke-4 kalinya, di ICE BSD, Kota Tangerang, Banten, pada 24-25 Januari.
"Modern Struggles juga menjadi tema besar CONNECT tahun ini, karena ini sangat relate dengan diri kita sehari-hari," ujar Ratna dalam konferensi pers di sela-sela penyelenggaraan CONNECT di Tangerang, Sabtu.
Menurutnya, seluruh dunia kini saling terhubung dan berputar, tapi di sisi lain hubungan personal antaranggota keluarga dan teman ter-distract.
"Sayangnya, ini telah menjadi norma hidup walaupun berdampak buruk. Perkembangan teknologi ikut menyebabkan perubahan gaya hidup para orangtua dan anak-anak. Kadang-kadang sebagai orangtua kita gak ngerti bahasa atau apa yang dibicarakan oleh anak-anak kita, sehingga keduanya harus belajar bersama-sama agar tidak terjadi bias antara baik dan buruk dari perkembangan zaman ini," urai Ratna.
Berkaitan dengan hal tersebut, Ratna mengajak masyarakat untuk memanfaatkan teknologi agar bernilai dalam hidup, menjadikan keluarga, kaum milenial, serta Gen Z sebagai sasaran utama CONNECT kali ini.
"Kali ini kita ingin penetrasi lebih dalam ke kalangan milenial dan Gen Z. Ada tambahan program, seperti !Talk yang berbeda dari tahun lalu, di mana para pengunjung yang tidak membeli tiket bisa tetap mengikuti acara dan mendengarkan materi yang disampaikan oleh para pembicara," terangnya, seraya menambahkan, 60 persen pengunjung CONNECT tahun ini adalah Gen Z.
"Ada tanggung jawab untuk menyambungkan antara generasi milenial, Gen Z, dan Gen Alpha, karena nantinya merekalah yang akan melanjutkan hidup," tegas Ratna.

Berkaitan dengan tema CONNECT yang dekat dengan vibe anak muda, marketing and communication The Minor Project, Zaki, menerangkan event tahun ini menonjolkan warna-warna cerah dan terang, yang menggambarkan harapan, semangat, keberanian, kehangatan, dan optimisme, disertai program-program lain, seperti FUN RUN (olahraga lari).
CONNECT 2026 menghadirkan empat pembicara internasional, yakni Mufti Ismail Menk dari Zimbabwe, Syeikh Assim Al Hakeem dari Arab Saudi, Syeikh Wael Ibrahim dari Australia, dan Dr. Muhammad Salah dari Amerika Serikat.
Sementara itu, pembicara nasional adalah Dr. Abduh Tuasikal, Dr. Khalid Basalamah, Ustadz Sidqi Zimah, dan Dr. Syafiq Basalamah.
Laporan: Redaksi
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Fokus – Indonesia kembangkan baterai, percepat penggunaan kendaraan listrik
Indonesia
•
02 Mar 2022

Angkasa Pura I layani 3,49 juta penumpang pada Januari 2022
Indonesia
•
09 Feb 2022

Indonesia promosikan keunggulan ekonomi digital di San Francisco
Indonesia
•
25 May 2022

COVID-19 – Lebih 144,5 juta warga Indonesia sudah divaksinasi lengkap
Indonesia
•
01 Mar 2022
Berita Terbaru

Feature - Napas budaya Mahasiswa Indonesia di Singapura
Indonesia
•
27 Jan 2026

Kajian ilmiah – Dr. Syafiq Riza Basalamah bedah urgensi akhlak dan kekuatan doa di CONNECT 2026
Indonesia
•
26 Jan 2026

Presiden Prabowo tandatangani piagam Dewan Perdamaian bentukan Trump
Indonesia
•
24 Jan 2026

Seluruh korban ATR 42-500 telah ditemukan dan saat ini proses evakuasi masih terus berlangsung
Indonesia
•
23 Jan 2026
