Iran bantah kesepakatan gencatan senjata usai Trump umumkan berakhirnya "perang 12 hari"

Foto yang diabadikan pada 19 Juni 2025 ini menunjukkan bangunan-bangunan yang rusak di lokasi di mana sebuah rudal yang ditembakkan dari Iran menghantam dan menyebabkan kerusakan di Ramat Gan, Israel. (Xinhua/JINI/Yossi Zeliger)
Teheran belum menerima proposal resmi dari Amerika Serikat dan tidak melihat alasan untuk menghentikan pertempuran dengan Israel atau Washington.
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Kebingungan dan skeptisisme menyelimuti pengumuman gencatan senjata yang mengejutkan pada Senin (23/6), ketika seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada CNN bahwa Teheran belum menerima proposal resmi dari Amerika Serikat (AS) dan tidak melihat alasan untuk menghentikan pertempuran dengan Israel atau Washington."Pada saat ini, musuh sedang melakukan agresi terhadap Iran, dan Iran berada di ambang untuk mengintensifkan serangan pembalasannya, tanpa mau mendengarkan kebohongan musuh-musuhnya," ujar pejabat tersebut seperti dikutip. Dia menambahkan pernyataan dari para pemimpin AS dan Israel akan dianggap sebagai "tipuan" yang dimaksudkan untuk membenarkan serangan lebih lanjut terhadap Iran.Narasi-narasi yang saling bertentangan ini menimbulkan pertanyaan mengenai implementasi dan durabilitas gencatan senjata yang mungkin terjadi. Hingga Senin malam, baik pejabat Israel maupun Iran belum mengonfirmasi secara terbuka mengenai kesepakatan apa pun. Gedung Putih dan Pentagon juga belum mengeluarkan pernyataan resmi, dan masih belum jelas apakah kesepakatan yang dilaporkan telah dikomunikasikan melalui jalur diplomatik, atau apakah kedua belah pihak berniat untuk mengikuti persyaratan.Presiden AS Donald Trump pada Senin malam waktu setempat mengumumkan bahwa Israel dan Iran telah mencapai kesepakatan resmi untuk menerapkan gencatan senjata secara penuh dan menyeluruh, menandai apa yang disebutnya sebagai akhir dari "Perang 12 Hari".Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social-nya pada Senin, Trump mengucapkan selamat kepada kedua negara dan mengungkapkan bahwa gencatan senjata akan dimulai dalam waktu kurang lebih enam jam, menyusul selesainya operasi militer yang sedang berlangsung dari masing-masing pihak. Gencatan senjata pada awalnya akan berlangsung selama 12 jam, di mana pihak yang berlawanan akan mempertahankan sikap "damai dan saling menghormati".Menurut Trump, Iran akan menjadi pihak pertama yang memulai gencatan senjata, kemudian Israel akan menyusul 12 jam setelahnya, dan akhirnya pada waktu 24 jam akan diumumkan secara resmi bahwa perang telah berakhir."Dengan asumsi bahwa semua berjalan sebagaimana mestinya, dan pasti akan terjadi," tulis Trump, "Saya ingin mengucapkan selamat kepada kedua negara... karena memiliki stamina, keberanian, dan kecerdasan untuk mengakhiri apa yang seharusnya disebut sebagai 'PERANG 12 HARI'."Menyebut perjanjian tersebut sebagai terobosan yang "dapat menyelamatkan Timur Tengah dari kehancuran selama bertahun-tahun," Trump mengakhiri pengumumannya dengan pesan persatuan, "Tuhan memberkati Israel, Tuhan memberkati Iran, Tuhan memberkati Timur Tengah, Tuhan memberkati Amerika Serikat, dan Tuhan memberkati dunia!"Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Raja Salman: Kita berada dalam fase sulit sejarah dunia
Indonesia
•
20 Mar 2020

Cyril Ramaphosa resmi jadi presiden Afsel untuk masa jabatan kedua
Indonesia
•
22 Jun 2024

PBB: Ratusan tentara anak pemberontak Houthi tewas dalam perang Yaman
Indonesia
•
30 Jan 2022

Pelaku penembakan massal di Walmart El Paso yang tewaskan 23 orang tidak akan dihukum mati
Indonesia
•
23 Apr 2025
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
