Dokter China tangani 290 juta pasien dalam bentuk bantuan asing selama enam dekade

Seorang anggota tim medis China gelombang ke-21 di Ethiopia bekerja di Rumah Sakit Tirunesh-Beijing di wilayah permukiman Akaki di pinggiran Addis Ababa, Ethiopia, pada 17 Agustus 2020. (Xinhua/Michael Tewelde)
Tim medis China saat ini bekerja di 115 lokasi di 56 negara, yang hampir separuh di antaranya berada di daerah-daerah terpencil dengan kondisi yang sulit.
Beijing, China (Xinhua) – China telah mengirim tim kesehatan yang berjumlah total 30.000 anggota ke 76 negara dan kawasan dalam enam dekade terakhir, memberikan 290 juta diagnosis dan perawatan bagi warga setempat, menurut sebuah simposium yang digelar di Beijing pada Kamis (6/4).Saat ini, tim tersebut bekerja di 115 lokasi di 56 negara, yang hampir separuh di antaranya berada di daerah-daerah terpencil dengan kondisi yang sulit, ungkap simposium internasional yang diadakan untuk memperingati 60 tahun pengiriman Tim Medis China pertama ke Afrika.Direktur Jenderal Pusat Penelitian Pengembangan Kesehatan Nasional China Fu Qiang menyampaikan bahwa dari upaya memerangi Ebola dan demam kuning hingga pencegahan dan pengendalian COVID-19 serta penyakit menular lainnya, para anggota Tim Medis China dan spesialis kesehatan masyarakat membantu negara-negara mitra untuk meningkatkan keahlian diagnostik dan perawatan mereka, meninggalkan warisan yang berharga bagi warga setempat.Pengerahan tim kesehatan ke negara-negara Afrika merupakan salah satu proyek kerja sama yang paling berlangsung lama antara China dan Afrika, melibatkan negara terbanyak, dan meraih hasil yang paling mengesankan, yang juga mewujudkan visi China dalam membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia, kata Presiden Eksekutif Institut China-Afrika Li Xinfeng.Para anggota Tim Medis China tidak hanya memperluas akses layanan medis untuk negara-negara Afrika dan meningkatkan layanan medis dan kesehatan masyarakat setempat, tetapi juga mempromosikan budaya medis dan konsep pembangunan kesehatan China, menggenjot persahabatan dan kerja sama China-Afrika, kata Gan Ge, research fellow senior di Institut Penelitian Kesehatan dan Populasi China.Diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Pengembangan Kesehatan Nasional China dan Institut China-Afrika, simposium itu dihadiri sekitar 50 orang, termasuk duta besar Aljazair untuk China, pejabat penanggung jawab Kantor WHO China, para anggota Tim Medis China, pakar, dan akademisi.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Angka kesuburan di Jepang turun selama 7 tahun berturut-turut
Indonesia
•
05 Jun 2023

Sekjen PBB serukan cakupan sistem peringatan dini universal untuk bencana iklim
Indonesia
•
14 Oct 2022

Korban tewas akibat runtuhnya tambang batu bara di China jadi 6 orang
Indonesia
•
24 Feb 2023

PBB peringatkan peningkatan korban jiwa akibat potensi eskalasi Gaza
Indonesia
•
05 May 2024
Berita Terbaru

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026

Sri Lanka pertimbangkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur
Indonesia
•
28 Jan 2026

30.000 lebih pekerja layanan kesehatan gelar aksi mogok kerja di California, AS
Indonesia
•
27 Jan 2026
