
Tim penjinak bom Palestina mulai netralkan bahan peledak milik Israel di Gaza

Tim penjinak bom Palestina mulai menetralkan bahan-bahan peledak berbahaya yang ditinggalkan oleh militer Israel usai menarik diri dari beberapa wilayah di daerah kantong pesisir itu. (Xinhua)
Tim penjinak bom Palestina mulai menetralkan bahan-bahan peledak berbahaya yang ditinggalkan oleh militer Israel usai menarik diri dari beberapa wilayah di daerah kantong pesisir itu.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Tim penjinak bom Palestina mulai menetralkan bahan-bahan peledak berbahaya yang ditinggalkan oleh militer Israel usai menarik diri dari beberapa wilayah di daerah kantong pesisir itu."Sisa-sisa tersebut termasuk sisa bahan peledak berbahaya (unexploded ordnance) dan alat peledak rakitan (improvised explosive device/IED), yang menimbulkan ancaman langsung bagi kehidupan warga sipil, terutama anak-anak dan petani," kata pejabat senior Kementerian Dalam Negeri yang dikelola Hamas, Ali al-Nadi, kepada Xinhua."Unit penjinak kepolisian Gaza melaporkan bahwa tim khusus bekerja sepanjang waktu untuk menemukan dan menetralkan bom-bom yang belum meledak dengan aman," kata al-Nadi.Pejabat tersebut menambahkan tugas tersebut sangat menantang karena kerusakan luas yang diakibatkan oleh operasi militer.Dalam sebuah insiden tragis, beberapa warga Palestina (termasuk anak-anak) tewas akibat IED yang disembunyikan di dalam kaleng makanan. Kaleng tersebut ditinggalkan oleh militer Israel.Sejumlah saksi mata setempat mengatakan kepada Xinhua alat tersebut tampak seperti bantuan kemanusiaan.Insiden-insiden tersebut memicu kemarahan luas dan seruan untuk melakukan investigasi internasional terhadap penggunaan taktik yang membahayakan nyawa orang tidak bersalah.Organisasi-organisasi hak asasi manusia telah memperingatkan akan risiko yang ditimbulkan oleh sisa-sisa bahan peledak ini, dan mendesak komunitas internasional untuk memberikan bantuan teknis dan logistik dalam penetralan sisa-sisa bahan peledak guna memastikan keselamatan warga sipil.
Anak-anak Palestina terlihat di sebuah jalan dengan deretan bangunan yang hancur di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara pada 29 Januari 2025. Lebih dari 500.000 pengungsi Palestina telah pulang ke Gaza utara dalam 72 jam terakhir, ungkap kantor media yang dikelola Hamas pada Rabu (29/1). (Xinhua/Abdul Rahman Salama)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Anak-anak miskin di Afghanistan semakin menderita akibat sanksi AS
Indonesia
•
05 Jun 2023

Kolaborasi Al Ghozy Muslimah Center-Dompet Dhuafa gelar layanan kesehatan gratis untuk peserta Pesantren Khadijah
Indonesia
•
16 Nov 2025

COVID-19 – UNICEF tandatangani perjanjian pasokan vaksin Clover
Indonesia
•
08 Dec 2021

Survei: 2 dari 10 orang Asia Tenggara sebar kabar di media sosial tanpa verifikasi
Indonesia
•
03 Feb 2021


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026
